NasDem Dukung Jokowi Tanpa Syarat, Tapi Ngarep Menteri

Sekjen Partai NasDem Johny G.Plate. (Foto: Istimewa).
Klik untuk perbesar
Sekjen Partai NasDem Johny G.Plate. (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Partai pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin secara terang-terangan mulai melakukan manuver terkait pembagian kursi menteri.

Apalagi partai yang lolos dalam ambang batas parlemen seperti PDIP, PPP, PKB, Partai NasDem, dan Partai Golkar, berharap kadernya dipilih Jokowi.

Partai NasDem yang digawangi Surya Paloh juga tak mau ketinggalan menempatkan kadernya dalam pemerintahan Jokowi. Namun, Mereka yakinkan dukungan yang selama ini diberikan tulus tanpa syarat, sehingga prioritas ke depan adalah res torasi Indonesia.

Baca Juga : Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gorontalo, Fadel Cerita Usulan Amandemen UUD 1945

“Kami tanpa syarat, secara komitmen jangka panjang agar berhasil. Bahkan, di titik tertentu mengambil risiko politik, risiko elektoral sekalipun untuk bangsa,” kata Sekjen NasDem Johny G. Plate dalam keterangannya, kemarin.

Selama ini, NasDem juga tidak pernah meminta-meminta kepada Jokowi untuk menjadikan kadernya sebagai menteri mulai dari periode Jokowi-JK hingga periode Jokowi-Ma’ruf.

Karena menurut Johny, sesungguhnya untuk persoalan menteri merupakan hak prerogatif presiden.

Baca Juga : 188 WNI Dari KRI dr Suharso-990 Mulai Jalani Tahapan Observasi

“Kami yakin pilihan Pak Jokowi selalu rasional dan realistis dalam memilih (menteri),” terangnya. Soal kriteria dalam calon pemilihan menteri ke depan, sudah banyak petunjuk yang diberikan oleh capres nomor urut 01 tersebut.

Jika memang ada calon menteri dari kader Partai NasDem, Johny kembali meyakinkan bahwa siap dalam memberikan kader terbaiknya untuk membantu pemerintahan mendatang.

“Kami mempunyai banyak kader untuk dipilih dan biasanya Pak Jokowi usai memilih (menteri), baru disampaikan oleh ketum partai,” ungkap Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf tersebut.

Baca Juga : Cari Nurhadi di Senopati, KPK Pulang dengan Tangan Hampa

Sebelumnya Jokowi membeberkan kriteria mengenai calon pembantunya di kabinet mendatang. Dengan mengikuti perkembangan zaman, dia menginginkan adanya porsi untuk kaum muda untuk mengisi jabatan di pemerintahan.

Partai pengusung utama Jokowi di Pilpres 2019, PDIP menafsirkan permin taan capresnya tersebut. Keinginan dari eks Gubernur DKI Jakarta ini mencari menteri muda adalah bisa bekerja dengan mobilitas, agresif dalam bertindak, dan cepat dalam eksekusi kebijakan.

“Kami rasa tidak seperti itu yang disampaikan Bapak Presiden Joko Widodo, tapi muda dalam bertindak, agresif dalam bertindak, progresif, cepat menyikapi, tidak tinggal diam, tidak tinggal di belakang meja. Bukankah seperti itu yang diharapkan beliau, menurut kami ya,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Eriko Sotarduga. [MHS]