Imin Dimarahi Istri Karena Minta Jatah 10 Menteri, Guyon Apa Serius, Cak..?

Muhaimin Iskandar (Foto: IStimewa)
Klik untuk perbesar
Muhaimin Iskandar (Foto: IStimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tak mau lagi ngomongin soal jatah 10 menteri buat PKB. Alasannya, dia dimarahi istri. Guyon apa serius Cak?

Cak Imin awalnya mencuitkan keheranannya bahwa berita PKB minta jatah menteri jadi santer. Padahal, berita itu berasal dari pertanyaan yang terus menerus memancing. "Ada pembicaraan soal kabinet nggak? Enggak ada. Berharap berapa menteri untuk PKB? Tidak tahu. Kalo dulu katanya 10 ya? Ngusulin berapa? Jadi deh berita 10 menteri! ampyuun," cuit Cak Imin di akun Twitternya, @cakimiNOW, kemarin siang, pukul 13.18 WIB.

Empat menit kemudian eks Menakertrans itu kembali mencuit, mungkin saja tidak ada berita lain yang rame selain jatah-jatahan menteri. Tawakkal tawakkal ..Masak sembunyi dari media? .... hahaha," kicau Cak Imin. 

Setelah itu, barulah Cak Imin mencuitkan guyonan soal istri, sekitar pukul 14.03 WIB. "Aku nggak mau lagi dicuplik jadi berita minta jatah-jatahan menteri bro. Aku kan juga nggak bersedia jadi menteri. Kepada para pengurus PKB juga jangan lagi ngomong jatah-jatahan menteri ya! Aku dimarahi istriku nih, gara-gara jatah 10, 11, 12 dst. Padahal 9, husy! Becanda melulu lu ah," cuitnya disertakan ikon tertawa di ujungnya. Hingga semalam, cuitan itu disukai 147 orang dengan 30 komentar. 

Berita Terkait : Cak Imin Klaim Tak Terlibat Kasus Suap Kementerian PUPR

Komentar pertama, adalah cuitan lanjutan Cak Imin. Dalam cuitan itu dia meminta Wasekjen PKB Daniel Johan agar tak kelepasan bicara soal jatah-jatahan menteri  "To @DanielJohan; injak remmu, jangan blong," kicau Cak Imin. 

Netizen menertawakan cuitan Cak Imin itu. "Berarti jabatan istri lebih tinggi dari ketum," tutur @be_hamami. "Xixixi,,,,wuah gawat cak, dari pada nggak dapat jatah istri, mendingan nggak dapat jatah menteri," sambung @ilyas_arin. 

Akun @candrahuda21 menambahkan, kalau jatah menteri saja dimarahi, apalagi kalau Cak Imin minta jatah tambah istri.

Sementara netizen-netizen lain kebanyakan mendukung Imin jadi Ketua MPR ketimbang jadi menteri. "Aku cupliknya Ketum @cakimiNOW jadi Ketua MPR aja lah," cuit @Fauzan54733885. 
@zulputra mencuit senada. "Jadi ketua MPR lebih cocok Cak. Jangan dari PAN lagi," kicaunya.

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Sebelum Cak Imin mencuit, Wasekjen PKB Daniel Johan memang mengungkapkan bahwa Ketum PKB itu sudah mengajukan 10 nama calon menteri kepada Presiden Jokowi untuk dipertimbangkan masuk dalam kabinet. Siapa saja 10 nama itu, Daniel mengaku tak tahu. "Yang tahu Pak Jokowi dan Cak Imin," tutur Daniel Johan dalam diskusi Polemik MNC Trijaya FM bertajuk "Rebut-ribut Kursi Menteri" di Resto d'Consulate, Menteng, kemarin pagi. 

Daniel menyebut, 10 nama itu di luar dari NU. PKB meminta jatah menterinya dan NU dipisah. Daniel mengingatkan, PKB memang dilahirkan oleh NU. Tetapi, PKB bukan NU. Keduanya terpisah. "Orang tua dan anak itu berbeda, sehingga usulannya untuk menduduki kursi menteri juga berbeda," tuturnya, beranalogi. 

Lagi pula, menurut Daniel, NU juga bekerja keras dalam memenangkan Jokowi-Ma'ruf. Sehingga mereka layak dapat jatah menteri sendiri. Soal pos menteri, PKB hendak melepas kursi Menpora yang kini diduduki Imam Nahrawi. "Itu biar dikasih ke generasi milenial lah," seloroh Daniel. 

Sebagai gantinya, PKB mengincar kursi Menteri Pertanian serta Menteri Kelautan dan Perikanan. Daniel mengklaim memiliki banyak kader yang mumpuni untuk menduduki posisi dua menteri itu.

Baca Juga : Sejumlah Wilayah Di Indonesia Rentan Rawan Pangan

"Yang menjadi concern PKB saat ini pertanian dan nelayan. Kalau diberikan kepercayaan, kami bersyukur,” harapnya. Selain itu, kursi Menteri Pendidikan juga menjadi incaran PKB. Fokusnya, terobosan kurikulum dan menaikkan pamor pesantren. 

Partai yang didirikan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini juga ingin mempertahankan dua pos menteri yang kini diduduki kadernya. Yakni Menteri Desa PDTT yang dijabat Bendum PKB, Eko Putro Sandjojo serta kursi Menteri Ketenagakerjaan diisi Sekjen PKB Hanif Dhakiri. "Ya menteri desa mungkin karena kan memang sudah berjalan," ujar Daniel. 

Satu lagi yang diincar adalah kursi Ketua MPR. Cak Imin digadang-gadang menjadi pengganti Zulkifli Hasan. Daniel menyebut, Cak Imin layak menduduki kursi ketua MPR lantaran merupakan salah satu kader terbaik NU yang dimiliki oleh PKB. “Posisi NU menjembatani yang ekstrem kanan dan ekstrem kiri, karena Pancasila adalah di tengah, sehingga harus bisa mengakomodasi,” beber anggota Komisi IV DPR ini.

Meski demikian, Daniel menyerahkan keputusan itu kepada Presiden Jokowi. PKB hanya bisa memberikan saran dan masukan mengenai calon-calon yang akan dipilih sebagai pembantu presiden dalam menjalankan pemerintahan. [OKT]