RMco.id  Rakyat Merdeka - Ibarat pertandingan sepak bola, rekonsiliasi pasca Pemilihan Umum dianalogikan sebagai salam-salaman usai pertandingan. Masyarakat diharapkan tidak berlebihan menyikapi pertemuan Presiden Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto pada akhir pekan lalu.

Demikian dikatakan Anggota MPR Fraksi Gerindra Sodik Mudjahid, saat menjadi pembicara dalam Diskusi Empat Pilar MPR, Senin (15/7) di Media Center, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senin (15/7).

Berita Terkait : Makin Tua, Alonso Bakal Makin Jadi

Sodik menegaskan, rekonsiliasi diperlukan guna merajut kembali persatuan dan kesatuan bangsa. "Ini masalahnya bukan sekedar dukungan, tapi kita memikirkan masalah yang lebih besar lagi yakni soal bangsa," katanya.

Sodik mengaku, tak sedikit pendukung Prabowo-Sandi yang kecewa dengan pertemuan Jokowi-Prabowo, khususnya emak-emak. Namun dia yakin, kekecewaan relawan dan pendukung Prabowo hanya sesaat dan diyakini tak akan berlarut-larut.

Berita Terkait : Hari Zoonosis Sedunia, Kementan Adakan Kegiatan Sosialisasi Digital

"Pertama kita pahami dahulu posisi pendukung, masyarakat dan pemimpin. Kita hargai posisi semangat dukungan mereka. Kami sangat menghargai perjuangannya, terlebih banyak emak-emak, yang bapernya sangat tinggi," ujarnya.

Kemudian, lanjut Sodik, dengan keragaman pendidikan khususnya emak-emak, sangat berbeda dengan visi dan misi seorang pemimpin. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai tugas untuk membangun kesadaran tersebut.

Berita Terkait : Jepara Diguncang Gempa M6.1, Tak Berpotensi Tsunami

"Karena ini masalahnya bukan sekedar dukungan, tapi kita memikirkan masalah yang lebih besar lagi, yakni soal bangsa," tandasnya.  Dia menegaskan, rekonsiliasi itu berbeda dengan koalisi. Untuk itu, dalam waktu dekat ini, Prabowo akan menjelaskan hal itu kepada pendukungnya.

  "Beliau (Prabowo,red) akan bertemu dengan para pendukungnya yang masih belum jelas, atau paham dengan sikap Pak Prabowo tersebut," tegasnya. [QAR]