Pemuda Kabah Tolak Wacana Buwas Jadi Caketum PPP

Budi Waseso (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Budi Waseso (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kader Muda Ka’bah, Usni Hasanudin, tidak setuju apabila nama mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Budi Waseso (Buwas) masuk sebagai bursa caketum PPP saat digelarnya Muktamar nanti. Pasalnya, Buwas bukan kader PPP.

“Kami tidak setuju Buwas jadi calon Ketua Umum PPP. Nggak rasional,” kata Usni, kepada wartawan, Kamis (18/7).

Menurut dia, berdasar aturan AD/ART PPP, Biwas tidak memenuhi syarat untuk menjadi calon ketua umum. Dalam AD/ART diatur, caketum minimal menjadi pengurus satu periode sebelumnya.

Baca Juga : Erick Puji Langkah Cepat Telkom Dalam Perlindungan Keselamatan Kerja

“Dari mana rasionalnya Buwas dicalonkan jadi Ketua Umum PPP? Secara aturan AD/ART tidak dapat. Kemudian, dari basis juga tidak dapat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sosok yang ideal menjadi calon Ketua Umum PPP tidak harus dari luar. Karena jika dari luar akan terjadi gesekan di internal. Selain itu, percuma juga selama ini teriak PPP sebagai partai kader tapi tidak punya kepercayaan mendorong kadernya sendiri memimpin partai.

“Kalau dari luar atau eksternal partai, ini kan lucu. Untuk apa selama ini berteriak bahwa PPP adalah partai kader, tetapi tidak memiliki kepercayaan diri mendorong kader sendiri,” jelas dia.

Baca Juga : Bamsoet Harap Puteri Indonesia Jadi Duta Empat Pilar MPR

Usni menegaskan, PPP memiliki basis sosiologis yang jelas. Sehingga sangat tidak mungkin mengambil dari luar untuk calon ketua umum. Apalagi, internal PPP juga tidak kekurangan kader.

Usni khawatir, apabila sosok dari luar yang dijadikan ketua umum, PPP akan musnah. Karena, sekarang saja partai sudah berdarah-darah.

“Masih banyak yang mumpuni seperti Zainut Tauhid yang kini sebagai Waketum MUI, Ahmad Muqowam yang duduk sebagai Anggota DPD RI, Ahmad Farial serta banyak lagi yang lain. Tapi kenapa harus mengambil dari luar?” katanya.

Baca Juga : Merapi Meletus, Penerbangan di Solo Dialihkan Wilayah Tak Terdampak

Ia menyarankan ke seluruh pengurus PPP agar Muktamar sebagai momentum untuk ajang persatuan. Jangan ada perpecahan lagi atau dualisme di tubuh PPP. Maka, calon ketua umum juga harus diperhatikan untuk mencapai tujuan persatuan tersebut demi kejayaan kembali partai.

“Muktamar kali ini harus dijadikan momentum persatuan. Terima atau tidak, PPP itu masih terbelah. Satukan dulu buat Muktamar rekonsiliasi. Kalau kita masih berpikir sah tidak sah, makan sampai kapan pun sulit PPP akan besar,” tandasnya. [USU]