RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden terpilih Jokowi masih belum menggelar rapat internal dengan partai koalisi. Agenda ini untuk membahas penyusunan pemerintahan periode kedua.

Sekjen Partai Nasdem, Johnny G Plate mengungkapkan pertemuan terakhir antarparpol koalisi pada Senin (8/7) lalu. Tapi dalam pertemuan tidak ada pembahasan mengenai kursi menteri.

“Kami tidak ngomong pembagian kursi kabinet. Kami tidak ngomong nama-nama calon anggota kabinet. Sekarang hanya spekulasi saja,” kata Johnny.

Baca Juga : Kedudukan Pemimpin Perempuan (1)

Pembahasan antara partai dengan Jokowi di antaranya soal gagasan bagaimana membangun bangsa Indonesia ke depan. Selain itu, diutarakan Johnny, Jokowi juga membahas sinergitas lembaga negara.

“Termasuk soal efisiensi dan efektifnya kabinet. Bagaimana kabinet itu berjalan secara produktif,” tutur Johnny.

Dari pemaparannya, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf ini tidak mempersoalkan kursi kabinet. Karena hal itu kewenangan Jokowi.

Baca Juga : Dubes India Kumar Rawat Temui Sekjen DPR Bahas HUT Gandhi

“Salah satu yang tidak kita bahas adalah presidential prerogative right. Kita tidak bicara struktur kabinet. Kita serahkan ke Presiden dan timnya Presiden,” tegas Johnny.

Soal kursi kabinet, beberapa partai pengusung sudah terang-terangan berharap mendapatkan kursi yang sepadan.

Menurut Anggota Komisi III DPR ini, pandangan itu merupakan hak dan tidak ada larangan. “Partai koalisi yang punya kader-kader yang belum dikenal secara khusus kenalkan ke Presiden.

Baca Juga : Ahok Kumat

Silakan saja kalau mau sodorkan nama, nanti jadi pilihan buat Presiden memilih anggota kabinet dan menempatkannya,” ujar Johnny.

Kendati demikian, partai besutan Surya Paloh ini juga ingin memberikan kontribusi dalam pemerintahan Jokowi. Johnny menyebutkan kriteria untuk menjadi pembantu presiden harus memiliki kompetensi dan dapat menjadi kepercayaan Presiden.

“Kalau ada kader Nasdem sontoloyo dan tidak bisa membantu Presiden ya jangan,” tutupnya. [MHS]