Belum Ada Pembahasan Kursi Menteri

Nasdem Percayakan Susunan Kabinet Kepada Jokowi

Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate. (Foto: Istimewa).
Klik untuk perbesar
Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate. (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden terpilih Jokowi masih belum menggelar rapat internal dengan partai koalisi. Agenda ini untuk membahas penyusunan pemerintahan periode kedua.

Sekjen Partai Nasdem, Johnny G Plate mengungkapkan pertemuan terakhir antarparpol koalisi pada Senin (8/7) lalu. Tapi dalam pertemuan tidak ada pembahasan mengenai kursi menteri.

“Kami tidak ngomong pembagian kursi kabinet. Kami tidak ngomong nama-nama calon anggota kabinet. Sekarang hanya spekulasi saja,” kata Johnny.

Berita Terkait : Segera, Agendakan Jokowi Ke Kediri

Pembahasan antara partai dengan Jokowi di antaranya soal gagasan bagaimana membangun bangsa Indonesia ke depan. Selain itu, diutarakan Johnny, Jokowi juga membahas sinergitas lembaga negara.

“Termasuk soal efisiensi dan efektifnya kabinet. Bagaimana kabinet itu berjalan secara produktif,” tutur Johnny.

Dari pemaparannya, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf ini tidak mempersoalkan kursi kabinet. Karena hal itu kewenangan Jokowi.

Baca Juga : KBRI Dukung Pameran Hannover Messe 2020 di Paris

“Salah satu yang tidak kita bahas adalah presidential prerogative right. Kita tidak bicara struktur kabinet. Kita serahkan ke Presiden dan timnya Presiden,” tegas Johnny.

Soal kursi kabinet, beberapa partai pengusung sudah terang-terangan berharap mendapatkan kursi yang sepadan.

Menurut Anggota Komisi III DPR ini, pandangan itu merupakan hak dan tidak ada larangan. “Partai koalisi yang punya kader-kader yang belum dikenal secara khusus kenalkan ke Presiden.

Baca Juga : Terpilih Jadi PM Malaysia ke-8, Muhyiddin Sujud Syukur di Rumahnya

Silakan saja kalau mau sodorkan nama, nanti jadi pilihan buat Presiden memilih anggota kabinet dan menempatkannya,” ujar Johnny.

Kendati demikian, partai besutan Surya Paloh ini juga ingin memberikan kontribusi dalam pemerintahan Jokowi. Johnny menyebutkan kriteria untuk menjadi pembantu presiden harus memiliki kompetensi dan dapat menjadi kepercayaan Presiden.

“Kalau ada kader Nasdem sontoloyo dan tidak bisa membantu Presiden ya jangan,” tutupnya. [MHS]