Rekonsiliasi, Nawar 55:45

Amien Politisi Apa Makelar

Amien Rais (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Amien Rais (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Amien Rais bikin heboh lagi. Kemarin, Ketua Dewan Kehormatan PAN itu mengatakan mau rekonsiliasi, tapi ada syaratnya. Dia minta pembagian kursi kekuasan 55:45. Amien ini politisi apa makelar ya? 

Porsi 55:45 itu ditawar Amien mengacu pada perolehan hasil suara pasangan Jokowi-Ma'ruf Amien dan Prabowo-Sandiaga Uno pada Pilpres lalu. "Ayo bagi 55-45, itu masuk akal. Kalau sampai disepakati, berarti rezim (Jokowi) ini balik kanan, sudah jalan akalnya," ujar Amien di Gedung Dewan Dakwah, Jakarta Pusat, kemarin. Dengan porsi segitu, Amien menyebut, ide-ide Prabowo-Sandi yang dikampanyekan bisa terealisasikan. 

Bagaimana jika tawaran itu ditolak? "Kalau tidak mau ya sudah, kami di luar, oposisi," seloroh eks ketua MPR ini. Amien juga mengajak partai koalisi Prabowo-Sandi agar menempuh jalan itu. Kalau ada yang menyeberang ke kubu Jokowi, Amien menyebut partai itu dosanya dobel.  "Sungguh aib kalau ada partai pendukung 02 tiba-tiba menyeberang hanya karena satu kursi ecek-ecek," sindirnya."Dosanya dipikul bareng oleh menteri ecek-ecek," imbuh Amien. 

Amien juga menyebut, kubu Jokowi-lah yang ngotot ingin rekonsiliasi dengan Prabowo. Dia berprasangka buruk dengan menyebut hal itu menunjukkan capres nomor urut 01 itu menang Pilpres dengan cara curang. "Kalau mereka itu menang ya pesta pora di mana-mana, tapi ini ketemu," kata Amien. "Katanya enggak ada kecurangan, menang telak, ngapain ngajak-ngajak?". 

Baca Juga : Ma`ruf Cuekin Maunya Ulama

Tawaran Amien didukung anak buahnya di PAN, Dradjad Wibowo. "Solusi yang disampaikan Pak Amien itu terobosan yang sangat logis dan bijak," ujar anggota Dewan Kehormatan partai matahari terbit itu. 

Dradjad menilai, di satu sisi, pernyataan Amien mengakomodasi keinginan Jokowi untuk melakukan rekonsiliasi dengan Prabowo dan para pendukungnya. Nah, di sisi lain, pernyataan Amien itu juga mengakomodasi aspirasi dan perjuangan para pendukung Prabowo. Termasuk, kelompok Alumni 212, di mana Amien menjabat sebagai penasihat. Bagaimana jika tak disetujui? "Ya tidak masalah," jawab Dradjad. 

Menanggapi tawaran Amien, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menyebut syarat rekonsiliasi yang diajukan Amien semacam perjudian. "Pak Amien menyamakan rekonsiliasi seperti perjudian. Ini bukan perjudian, rekonsiliasi harus ada komitmen moral, komitmen politik, komitmen visi," tegasnya.

Menurut dia, rekonsiliasi yang ditawarkan Amien, dangkal dan transaksional. "Rekonsiliasi ini rekonsiliasi hanya semacam forum untuk bagi-bagi jabatan, forum untuk bagi-bagi kursi," imbuh Hendrawan. 

Baca Juga : Tandatangani Ikrar Kebangsaan, Freeport Harus Bangun Papua Berdasarkan Prinsip Keadilan

Dia pun mengingatkan, visi dan misi Prabowo yang dikemukakan dalam kampanye lalu, merupakan bahasa lain dari ide-ide Bung Karno. Program Prabowo itu sudah dilakukan Jokowi dalam program Nawacita Jokowi jilid I dan akan dilanjutkan di Nawacita jilid II.

"Saya tidak sependapat dengan Pak Amien. Jadi Pak Amien ini harus membaca lebih dalam, memahami lebih dalam Nawacita jilid I, mempelajari Trisakti Bung Karno. Pernyataan Pak Prabowo itu yang selama ini kita perjuangkan, di fraksi-fraksi DPR kita juga memperjuangkan itu," tandasnya. 

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memastikan, tidak ada alokasi pembagian persentase jatah-jatahan dalam pemerintahan periode kedua Jokowi. "Kita bernegara berdasarkan konstitusi, tidak ada jatah-jatah menteri, dengan pengertian itu hak prerogatif sepenuhnya," tegasnya, kemarin. "Ya tentu saja kita tidak berbicara berapa persentasenya," sambung Hasto. 

Sementara PKB menyarankan Amien dan pendukung Prabowo lain jadi oposisi pemerintah. "Kalau Pak Amien di luar, asyik itu. Itu akan memperkuat, semakin memberi warna politik selain membangun tradisi oposisi di Indonesia," saran Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding. Karding mengingatkan, rekonsiliasi tidak mesti dibarengi dengan bagi-bagi kekuasaan politik atau power sharing.

Baca Juga : Nahrawi dan Gatot Ribut Soal Istri Tidur di Kantor dan Tumpeng

Terpisah, pengamat politik Ray Rangkuti menyebut,  Amien tidak "dihitung" oleh kubu Jokowi. Apalagi, mayoritas partai koalisi Jokowi memiliki sikap kurang menerima PAN masuk ke dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.Karena itu, syarat yang diajukan Amien tidak akan didengarkan. 

"Amien nggak dihitung lagi. Dah wassalam. Paling jauh beliau hanya mewakili PAN. Dan kehadiran PAN tidak terlalu diharapkan. Jadi, angka-angka Amien itu sama sekali tidak punya pengaruh. Sekarang yang negosiasi adalah Gerindra dengan pihak 01," ujarnya. 

Di Twitter, banyak netizen yang mengkritik Amien. @AlsNugrahaa salah satunya. Dia menyebut Amien seperti makelar. "Nawarin 55:45 buat syarat rekonsiliasi. Amien Rais ini politisi apa makelar ya?" cuitnya. "Dasar politisi busuk! Udah nggak laku-laku, pengennya ndompleng. Culas," sambung @eddykelana5. 

Akun @DadangSudarma3 menyebut syarat yang diajukan Amien itu ngawur. "Ngawuuuuur. Memangnya yang jadi Pemenang Pemilu, siapa? Mbah Amien Rais ini  mulai pikun, sudah pikun kaleee," kicau dia. "Nggak sekalian aja Jokowi 4 hari & Prabowo Subianto 2 hari di Istana," kelakar @erhan_agus. [OKT]