Jika Diminta Jokowi, Demokrat: AHY Siap Jadi Menteri

Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: Istimewa).
Klik untuk perbesar
Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Partai Demokrat masih menunggu keputusan dari Majelis Tinggi Partai dalam menentukan arah politik ke depan. Opsi untuk menjadi bagian pemerintahan kini menjadi pertimbangan. 

Salah satunya adalah jika ada permintaan kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengisi kabinet. Walaupun seluruhnya hanya wacana, partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono itu juga tidak menutup kemungkinan untuk kembali menjadi oposisi. 

Sehingga, kembali ditegaskan masukan dari para elit partai akan menjadi pertimbangan. “Arah politik seperti itu hingga saat ini,” kata Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dalam keterangannya, Minggu (21/7).

Komandan Kogasma Partai Demokrat itu memang pernah menyatakan kesediannya menjadi menteri, tapi jika diminta oleh Presiden Joko Widodo. 

Baca Juga : Polri Bakal Tindak 5 Berita Hoaks Terkait Virus Corona

Ferdinand mengungkapkan jawaban AHY adalah sikap dalam membantu bangsa dan negara. 

“Tentu AHY sebagai putra bangsa harus siap bila negara membutuhkan dan negara memanggil untuk mengabdi,” tuturnya. 

Namun demikian, sebelum pemilu partai dengan lambang mercy itu mempunyai program yang harus direalisasikan kepada rakyat. 

Mantan juru bicara BPN Prabowo-Sandi itu akan membuka komunikasi ke semua pihak untuk mewujudkan program tersebut. Untuk jalan yang harus ditempuh memang harus menjadi mitra pemerintah. 

Baca Juga : Permudah Kredit Mobil, ACC Integrasikan Layanan Digital

Kendati demikian, Partai Demokrat sadar dan tahu diri dalam etika politik karena bukan sebagai partai pengusung petahana. Sehingga semua itu akan diserahkan kepada Jokowi dalam mencari mitra ke depannya. 

“Namun bila tidak diminta, maka Demokrat juga akan sangat siap menjadi penyeimbang di luar pemerintahan,” tuturnya. 

Sebelumnya Wakil Sekretaris Jendral Partai Demokrat Didi Irawadi menegaskan jika diajak koalisi harus menimbang-nimbang dengan penuh seksama. Apa lagi sampai pelantikan presiden dan wakil presiden masih Oktober ke depan. Yang pasti, dia menegaskan, partainya tidak akan meminta jabatan kepada koalisi Jokowi. 

“Yang pasti jabatan apapun enggak boleh meminta-minta. Ada harga diri, ada gengsi,” katanya. 

Baca Juga : Telkomsel Luncurin Paket Data Ilmupedia

Sebelumnya AHY pernah menyatakan ingin berkontribusi langsung membangun negeri dengan membantu pemerintah. Tapi semua itu dengan catatan mendapat panggilan dari pemimpin tertinggi negara. 

“Tentu Partai Demokrat juga selalu memiliki keinginan untuk bisa berkontribusi secara langsung (pada pemerintahan), secara nyata dan ini membutuhkan kerjasama, kerja keras dan sinergi dengan seluruh elemen bangsa, dengan seluruh elemen politik lainnya,” kata AHY. [MHS]