Di Kongres PDIP, Prabowo Dianggap Pemenang Perang

Klik untuk perbesar
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) saat memasuki arena Kongres V PDIP di Hotel Grand Inna Beach, Denpasar, Bali, Kamis (8/8). (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketum Gerindra Prabowo Subianto menjadi bintang Kongres V PDIP di Bali, kemarin. Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri berkali-kali menyebut dan mencandai Prabowo. Prabowo juga dianggap seperti pemenang perang oleh para kader “banteng”.

Dia disambut antusias, dapat tepuk tangan membahana, juga dielu-elukkan. Prabowo tiba di lokasi Kongres sekitar pukul 12.30 siang. Eks Danjen Kopassus itu tampil resmi dengan batik lengan panjang warna coklat.

Ia tak sendiri. Turut mendampingi Waketum Gerindra Edhy Prabowo. Di teras hotel, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDIP Trimedya Panjaitan menyambutnya dengan senyuman.

Trimedya lalu mengantarkan Prabowo ke ruang tunggu VVIP di lantai dua. Saat masuk hotel, para kader yang berkumpul di ruang lobi menyambutnya dengan penuh kehangatan. “Hidup Pak Prabowo,” teriak mereka diakhiri tepuk tangan bergemuruh.

Sehari sebelumnya, Mega memang mewanti-wanti jajarannya agar bersikap hormat dan santun kepada para tamu. Terkhusus kepada Prabowo Mega mengingatkan agar jangan sampai ada yang menyoraki Prabowo. Arahan tersebut rupanya dilaksanan para kader. Keistimewaan Prabowo itu terlihat di arena kongres. Kursi Prabowo ditempatkan dekat dengan Mega yang berada di tengah-tengah. Hanya berselang satu kursi yang ditempati oleh Wapres terpilih Kiai Ma’ruf Amin.

Berita Terkait : Bertemu di Bali, Prabowo dan Menhan Australia Bahas Kerja Sama Pertahanan

Sementara para ketum parpol yang diundang duduk di sisi kiri setelah lorong. Saat menyampaikan sambutan, beberapa kali Mega menyebut nama Prabowo. Bahkan kerap melontarkan candaan. Misalnya Mega mengajak Prabowo ikut lagi dalam Pilpres 2024.

Candaan kepada Prabowo dimulai setelah Mega menyapa para tamu kehormatan. Seperti Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, Wapres Terpilih Ma’ruf Amin. Lalu para menteri kabinet kerja dan para ketum partai. Mega mengaku senang Prabowo bisa hadir ke acara itu. “Pak Prabowo terima kasih sudah hadir menghangatkan suasana kongres kami,” kata Megawati yang disambut tepuk tangan hadirin.

Megawati lalu menceritakan pertemuan dengan Prabowo saat makan siang bareng di Teuku Umar, Jakarta, beberapa waktu lalu. Saat itu, Mega mengaku memang menyampaikan undangan kepada Prabowo agar hadir ke acara itu. Undangan itu bikin heboh di media. “Padahal saya cuma tanya, Mas, nanti mau endak saya undang ke kongres PDIP? Kalau ndak mau, ndak apa,” kata Megawati yang disambut tawa. “Eh ternyata dia mau,” lanjutnya.

Mendengar hal itu, Prabowo langsung berdiri dan memberi hormat ke arah Mega. Setelah semua tertawa dan tepuk tangan berhenti, Mega bicara lagi. “Lah kan capek kalau tempur terus. Nanti tempur lagi, di 2024,” kata Megawati yang kembali disambut tawa para peserta acara.

Mega lalu melayangkan pandangan ke arah hadirin sekaligus bertanya. “Siap (bertempur di 2024?” kata Megawati. “Siap,” jawab para kader serentak.

Berita Terkait : `Dulu Beliau Keleleran`

Tak cuma itu, Mega juga mengeluarkan unek-uneknya. Ia menceritakan pertarungan di Jawa Tengah (Jateng) pada Pilpres kemarin. Mega mengaku, kesal karena Prabowo-Sandi memindahkan posko pemenangannya ke Jateng. “Saya udah mikir nih, gue datengin juga nih Si Bowo,” seloroh Mega.

Mendengar itu, Prabowo tertawa terbahak. Mega mengaku sempat khawatir. Apalagi Ketua TKN Erick Thohir menyampaikan bahwa Jokowi-Maruf akan menang di Jabar dan Banten. Namun Mega sangsi. Menurut dia, sulit bagi Jokowi menang di daerah itu. Nyatanya Prabowo memindahkan posko pemenangan ke Jateng. Artinya, Jateng yang akan jadi barometer kemenangan.

Tak ingin kalah, Mega langsung turun ke Jateng. Menginstruksikan kader agar merapatkan barisan dan menimpa semangat kader. Ia ingin memastikan Jateng akan tetap sebagai kandang banteng. Ia menginstruksikan kadernya agar berhenti berleha-leha.

“Kalian banteng apa bukan? Kalau banteng, berhenti merumput, gosok tanduk kamu. Serbuu..,” kata Mega.

Mega mengakui instruksinya itu ampuh. Jokowi-Maruf menang telak di Jateng dan mengantarkan Jokowi- Ma’ruf sebagai pemenang. “Jadi nanti Mas Bowo. Sekarang saya panggilnya Mas. Nanti (kalau mau maju lagi) tolong deket-deketi saya,” kata Mega yang disambut tepuk tangan hadiri. Prabowo kembali berdiri dan memberi hormat kepada Mega.

Berita Terkait : Prabowo Panaskan Isu PKI

Tak hanya sampai situ. Keakraban terlihat saat Mega dan Prabowo akan meninggalkan acara. Saat itu, Prabowo sudah berada di dalam mobil. Namun sesaat akan meluncur, Prabowo melihat Mega bersama Prananda Prabowo dan Puan Maharani berada di lobby. Kemudian dia turun, dan berpamitan. “Bu saya duluan ya. Terima kasih,” kata Prabowo.

Tak lama berselang, Puan Maharani langsung mengeluarkan telepon genggamnya dan melakukan swafoto. Usai melakukan swafoto, Prabowo sempat membalas candaan Megawati di dalam pidato kongres tadi. “Saya sudah kena banyak pukul,” canda Prabowo dibalas dengan tertawa bersama.

Puan Maharani menjelaskan soal guyonan Mega kepada Prabowo. Apakah sinyal akan koalisi? Dia bilang, dinamika politik selalu berkembang. “Tadi Ibu dalam pidatonya me- nyampaikan makanya kalau 2024 mau maju lagi deket-deket saya. Silakan dipikirkan sendiri apa maksudnya,” ujarnya.

Apakah kemungkinan akan berkoalisi? “Politik nggak ada yang kaku, semua peluang bisa dimungkinkan. Tinggal momentumnya itu kapan,” pungkas Puan. [BCG]