Diungkap Syarief Hasan, Hati Demokrat Ada di Jokowi

Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan. (Foto: Istimewa).
Klik untuk perbesar
Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan. (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Partai Demokrat belum juga menetukan sikap politiknya, mau merapat ke Jokowi atau jadi oposisi.

Namun, Waketum Demokrat Syarief Hasan mengungkapkan, mayoritas kader ingin mendukung Jokowi. Syarief menceritakan, kader Demokrat memang terbelah.

Ada yang ingin bergabung dengan pemerin- tahan Jokowi, ada juga yang ingin jadi oposisi. “Mayoritas ingin mendukung pemerintahan Jokowi,” kata Syarief, kemarin.

Syarief menegaskan, andaikan Demokrat memutuskan untuk merapat ke Jokowi, kader akan mematuhi keputusan tersebut. Namun, Syarief bilang keputusan itu pada ujungnya tergantung pada Jokowi dan partai koalisinya.

Berita Terkait : AHY Seng Ada Lawan

Mau menerima Demokrat atau tidak. Bagaimana sinyalnya? Kata Syarief, chemistry Demokrat dengan Jokowi sudah terbangun baik. Sementara dengan partai koalisi belum diketahui.

“Kalau dengan Pak Jokowi sudah bagus. Nah cuma kan Pak Jokowi ada partai-partai koalisinya, apakah partai koalisi welcome,” ujarnya.

Syarief memastikan, keinginan Demokrat merapat ke Jokowi bukan untuk mengincar kursi menteri. Meski begitu, bukan berarti Demokrat mau bergabung tanpa mengajukan syarat.

Dia menyebut beberapa syarat yang harus dipenuhi agar Demokrat mau bergabung. Pertama, programnya cocok atau tidak. Kedua, soal kebersamaan. Koalisi kompak menerima Demokrat.

Berita Terkait : Demokrat dan PKS Jadi Sekutu

“Kami nyaman atau tidak di dalam (koalisi),” kata Syarief. Partai koalisi Jokowi menanggapi keinginan Demokrat merapat ke Jokowi itu. Politikus PDIP Andreas Hugo Pariera mengatakan, hubungan Demokrat dengan Jokowi memang dekat.

Namun, kata dia, sudah terlambat jika Demokrat ingin bergabung ke Jokowi. Koalisi mestinya dibangun sebelum pilpres.

“Sudah sangat terlambat apabila baru sekarang diekspresikan,” kata Andreas. Dia menilai, keinginan Demo- krat merapat ke Jokowi pastinya ingin mendapat kursi di kabinet.

Sekjen Nasdem Johnny G Plate enggan menanggapi isu tersebut. Menurut dia, akan menanggapi jika yang berbicara adalah Ketum Demokrat SBY. “Selain Pak SBY, sepertinya belum perlu didengar,” ujar Johnny.

Berita Terkait : Peduli Lingkungan, Syarif Hasan Tanam Pohon di Kantor Gubernur Kalteng

Ketum Golkar Airlangga Hartarto menanggapi keinginan itu dengan dingin. Kata dia, keinginan Demokrat menguatkan pemerintahan Jokowi bisa sangat terealisasi.

Semakin besar koalisi, semakin akan memperkuat posisi pemerintah. Hanya saja, kata dia, caranya tidak mesti bergabung dalam pemerintahan.

Misalnya, memperkuat posisi pemerintah terkait kebijakan yang memerlukan persetujuan parlemen. “Apakah itu ter- kait perundang-undangan, apakah terkait fungsi anggaran, atau juga dengan peng- awasan,” kata Airlangga.

Politikus PKS Mardani Ali Sera mengingatkan agar Demokrat tak asal ikut-ikutan mendukung Jokowi. Ia khawatir pamor partai SBY itu menurun. Karena itu, ia berharap Demokrat sebaiknya tetap menjadi oposisi seperti PKS.
 Selanjutnya