Zul Pilih Di Luar, Amien Girang

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (tengah) menyerahkan potongan nasi tumpeng kepada Ketua dewan Kehormatan Amien Rais disaksikan Sekjen Eddy Soeparno (kanan) saat perayaan HUT Ke-21 PAN di Pluit, Jakarta, kemarin. (Foto: Antara)
Klik untuk perbesar
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (tengah) menyerahkan potongan nasi tumpeng kepada Ketua dewan Kehormatan Amien Rais disaksikan Sekjen Eddy Soeparno (kanan) saat perayaan HUT Ke-21 PAN di Pluit, Jakarta, kemarin. (Foto: Antara)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Mimpi Amien Rais agar PAN menjadi oposisi terkabulkan juga. Ketum PAN Zulkifli Hasan memutuskan, posisi partai matahari biru itu berada di luar pemerintahan Jokowi. Amien girang bukan main. 

    Hal tersebut diungkapkan Amien saat menghadiri syukuran hari jadi PAN yang ke-27, kemarin. Syukuran digelar sederhana. Jika biasanya, digelar meriah di hotel mewah atau gedung partai, kali ini digelar sederhana di kolong jalan Tol Pejagan, Pluit, Jakarta Utara.

Acara syukuran dimulai pukul 1 siang ini benar-benar sederhana. Tak ada karpet tebal atau penyejuk udara seperti di hotel-hotel. Panitia hanya menyiapkan panggung setinggi paha dan sofa putih dan kursi untuk para kader. 

Sebagai penanda ada acara, kain warna putih dan biru dipasang disudu-sudut lokasi acara. Sementara kiri kanan tempat acara dibiarkan lowong. Kalau melihat ke atas, tulang beton jalan tol terlihat. Malah sesekali masih terdengar deru mobil yang melaju di atas. PAN tampaknya sedang prihatin.

Meski digelar sederhana, sejumlah petinggi partai yang hadir terlihat semangat. Selain Amien dan Zul, hadir Sekjen PAN Eddy Soeparno dan Walikota Bogor Bima Arya. Acara dibuka oleh kader PAN Eko Patrio. Kata dia, acara perayaan milad kali ini memang digelar berbeda untuk menunjukkan komitmen PAN betul-betul merakyat. “Terbukti acaranya merakyat, lagunya merakyat, memang PAN partai merakyat," kata Eko.

Berita Terkait : Asman Jadi Sekjen PAN, Fakta Apa Hoaks?

Acara kemudian dimulai dengan sambutan dari Eddy Soeparno, Amien, dan Zul. Lalu ditutup dengan pemotongan tumpeng dan pemberian bantuan kepada masyarakat sekitar. 

Dalam sambutannya, Amien membicarakan soal arah politik PAN ke depan. Apakah merapat ke Jokowi atau jadi oposisi. Eks Ketum Muhammadiyah ini membocorkan, sebelum acara digelar, mendapat bisikan dari Zul terkait informasi arah politik PAN ke depan. 

“Saya dibisiki Pak Ketum bahwa nanti PAN enggak akan ikut dalam kabinet yang akan datang," kata Amien. 

Mengetahui info itu, Amien mengaku senang. Karena harapannya agar PAN jadi oposisi akan terealiasai. “Ini sangat jelas dan melegakan,” ujarnya. Amien minta para kader tak bersedih. 

Menurut dia, PAN tetap bisa melakukan kerja politik. Malah lebih konkret. Caranya dengan memberikan berbagai masukan dan kritik jika melihat perjalanan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf menyimpang. "Insya Allah kita di luar akan berikan masukan, kritik, koreksi kalau keliru. Tapi kita akan dorong dan support juga kalau benar," ucapnya.

Berita Terkait : Amien dan Zul Jadi Kawan Apa Lawan?

Selama ini, Amien memang berkali-kali menyuarakan keiinginannya agar PAN tak merapat ke kubu Jokowi. Berbeda dengan Amien, Zul berposisi sebaliknya. Ketua MPR itu ingin PAN ikut bergabung dalam koalisi pemerintah. Dia beberapa kali menemui Jokowi usai pilpres digelar.

Setelah Amien, giliran Zulkifli yang naik ke atas panggung. Dalam orasinya, dia meminta kader untuk move on dari pemilu. Jangan baper atau bersedih berlarut-larut dalam pilpres kemarin. Tujuannya agar para kader bisa segera berkonsentrasi dan fokus dalam kerja politik lima tahun ke depan. 

“Kita harus segera lakukan konsolidasi dan perkuat barisan menghadapi Pemilu 2024," kata Zulkifli. “Kalau masih baper dan belum move on, maka tidak bisa melakukan itu,” imbuhnya.

Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubaidillah Badrun menilai, tak kaget jika PAN jadi oposisi. Kata dia, dengan jumlah partai koalisi Jokowi yang gemuk, sangat sulit untuk menerima partai lain.

Ubai mengatakan, masa depan PAN masih menjanjikan meski berada di luar pemerintah. Secara historis, suara partai tersebut melejit karena posisinya sebagai oposisi di era reformasi. Dengan catatan sejarah itu, ada kemungkinan PAN mengulang sejarahnya. 

Baca Juga : Wamen PUPR Keluhkan Pembangunan Di Daerah Lambat

“PAN menjadi partai yang diminati rakyat di awal reformasi," kata Ubaidillah, kemarin. Ubaidillah pun menilai PAN akan lebih terhormat apabila memilih menjadi oposisi dari pada mengemis jabatan.

Agar kerja oposisi lebih terasa, Ubaidilah menyarankan PAN segera melakukan komunikasi dengan partai oposisi lain, seperti PKS. Menurut dia, PAN memiliki kemampuan memimpin barisan partai oposisi meskipun perolehan suaranya kalah dengna PKS. “Kepemimpinan oposisi itu bukan dengan berdasarkan kalkulasi kuantitatif. Kepemimpinan oposisi itu dibangun atas dasar gagasan," ujarnya. [BCG]