Sebelumnya 
 Namun, Johnny tak mau berkomentar lebih lanjut mengenai kemungkinan nama lain selain Surya Paloh sebagai kandidat ketua umum. Sejauh ini, dia menilai kepemimpinan Surya Paloh berdampak positif bagi Nasdem.

“Sedang disusun termasuk di dalamnya program kerja 5 tahun, kehidupan kebangsaan, regenerasi dan transformasi organisasi. Keberhasilan memenangkan pilpres dan pileg tidak terlepas dari keberhasilan Surya Paloh,” katanya.

Baca Juga : Komisi I : Tiru Bu Susi Dong, Tangkap Dan Tenggelamkan

Menanggapi fenomena tersebut, pengamat Politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin memberikan kritik atas beberapa partai politik yang tidak melakukan pergantian ketua umum, seperti PDIP, PKB. Mungkin selanjutnya NasDem. Menurutnya, sistem politik saat ini hanya mengandalkan patronase.

“Di mana seorang petinggi atau atasan akan diikuti oleh orang di bawahnya. Kayak Me ga wati, Muhaimin dan Surya Paloh menegaskan sistem oligarki sangat kuat,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca Juga : Awas Zoonosis!

“Sesungguhnya fenomena ini karena kekuatan politik oligarki telah menjadi sesuatu yang tum buh subur di Indonesia,” sambungnya. Meski demikian, dia tidak menampik masih dipertahankannya para ketua umum petahana mendapatkan keuntungan elektoral partai yang berhasil disabet pada Pemilu 2019.

Namun, sistem oligarki hanya menutup proses regenerasi kepemimpinan yang seharusnya berjalan.

Baca Juga : Hari Ini Jasa Marga Dan HK Sesuaikan Tarif Tol

“Ketika oligarki terjadi dan kepemimpinan dipegang oleh orang tertentu yang orangnya itu-itu saja, sesungguhnya partai belum menunjukkan sebagai partai modern, terbuka. Di mana regenerasi berja lan dengan baik. Ini kan melanggengkan kekuasaan yang lama, sesungguhnya dalam konteks politik tidak bagus tapi dilakukan,” tutupnya. [MHS]