Apakah Bicara Kursi Menteri?

Paloh Garuk Kepala, Bowo Nunjuk-nunjuk

Klik untuk perbesar
Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) saat merangkul Ketum Partai NasDem Surya Paloh di kediaman Surya Paloh di Permata Hijau, Jakarta, Minggu (13/10) malam. (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Di tengah isu bakal merapatnya Gerindra ke dalam koalisi pemerintah, Prabowo Subianto menemui Surya Paloh, di Permata Hijau, Jakarta Selatan, tadi malam.

Pertemuan ini tentu membuat isu Gerindra masuk koalisi semakin kuat. Namun, Prabowo mencoba meredam.

Dia mengaku, tidak bicarakan kabinet dengan Paloh. Prabowo tiba di rumah Paloh pukul 18.34 WIB..

Ketika turun dari Toyota Alphard putih dengan nopol B 108 PSD, Ketua Umum Gerindra itu, melambaikan tangan dan melempar senyum kepada awak media yang standby di lokasi.

Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani, dan Waketum Gerindra, Edhy Prabowo turun dari mobil yang sama. Mereka bergegas masuk ke rumah Paloh.

Sekitar pukul 20.21 WIB, pertemuan usai. Prabowo dan Paloh keluar lewat serambi depan. Ketika ditodong wartawan, Prabowo langsung berbicara lebih dulu. Ia meminta izin kepada Paloh, lalu dipersilakan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Surya Paloh, sahabat saya lama. Dari kecil,” kata Prabowo, mengawali pernyataannya.

Berita Terkait : Gerindra Serahkan Diri ke Jokowi

Ia mengakui, dalam hubungan persahabatan yang sudah lama, memang kadang-kadang berbeda dan berseberangan.

“Tapi, dalam suasana cinta Tanah Air, kita satu,” lanjutnya.

Paloh yang berdiri di sampingnya, tersenyum dan menganggukkan kepala. Dalam pertemuan itu, diakui Prabowo, keduanya menemui beberapa titik persamaan.

“Kita tidak ingin Indonesia rusak. Kita tidak ingin negara kita pecah belah. Kita sepakat untuk menjaga keutuhan dan persatuan nasional.”

Prabowo kemudian bicara mengenai jamuan yang disedaikan Paloh. Kata dia, Paloh menyediakan makan malam soto mie.

“Titik temu apa saja?” celetuk sesambil menunjuk-nunjuk wartawan dengan mengatakan, “Pasti nanya-nanya itu, dia.” orang wartawan, memotong.

Sebelum Prabowo menjawab, Paloh langsung mengambil alih. Tapi, dia tidak bicara langsung. Paloh malah memerintahkan Sekjen Partai Nasdem, Jhonny G Plate, untuk bicara.

Berita Terkait : Rajin Ketemu Bos Parpol, Prabowo Sulit Ditebak

“Silakan Pak Sekjen, ada beberapa poin kesepakatan, dulu ya,” ucapnya. Plate mengangguk.

Dia kemudian membacakan tiga poin kesepakatan yang ditulisnya dalam kertas HVS.

Pertama, kedua pemimpin sepakat memperbaiki citra partai politik dengan meletakkan kepentingan nasional di atas segala kepentingan lain, dan menjadikan persatuan nasional sebagai orientasi perjuangan.

Kedua, pemimpin parpol sepakat melakukan segala hal yang dianggap perlu untuk mencegah dan melawan segala tindakan radikalisme berdasar paham apa pun, yang dapat merongrong ideologi dan konsensus dasar kebangsaan.

Ketiga, kedua parpol sepakat, amandemen UUD 1945 sebaiknya bersifat menyeluruh. Yang merangkul kebutuhan tata kelola negara, sehubungan dengan tantangan kekinian dan masa depan kehidupan berbangsa yang lebih baik.

Wartawan tak puas mendengar tiga kesepakatan itu. “Soal menteri, dibahas nggak Pak?” tanya seorang wartawan. Paloh spontan tertawa. Lalu garuk-garuk kepala.

Sementara Prabowo tersenyum Paloh lalu mengalihkan pembicaraan nya, kembali ke butir-butir kesepakatan tadi.

Berita Terkait : Bersatu Setelah Bertarung

Menurut Paloh, dirinya dan Prabowo mempunyai kesamaan pandangan, pikiran, dan emosi bahwa kepentingan bangsa harus diletakkan di atas kepentingan-kepentingan lain.

“Apakah membicarakan masalah menteri atau kabinet, mau jawaban yang jujur kan?” tanya Paloh.

“Sejujurnya, saya mengatakan nggak ada, sama sekali nggak ada,” tambahnya. Yang paling banyak dibicarakan, kata Paloh, justru bagaimana dengan potensi kedekatan antara keduanya untuk bisa saling mengisi satu sama lain.

“Untuk membangun institusi politik lebih kuat, lebih matang. Bisa diterima seluruh masyarakat, tidak terbatas ada dalam pe merintahan atau tidak.”

Menurut Paloh, dirinya dan Prabowo adalah satu. Keduanya ingin Indonesia maju. Ia bersyukur dan berterima kasih kepada Prabowo yang datang menyambanginya.
 Selanjutnya