MUI Minta Masyarakat Ikut Kawal Pelantikan Presiden Terpilih

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi. (Foto: Net)
Klik untuk perbesar
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi. (Foto: Net)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia turut mengawal jalannya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Jokowi-Ma'ruf Amin. Sebab, kegiatan yang akan berlangsung di Gedung DPR/MPR Senayan 20 Oktober mendatang merupakan salah satu agenda penting yang telah diamanatkan UUD Negara RI Tahun 1945.

"Jadi, mari kita kawal pelaksanaan agenda kenegaraan lima tahunan itu dengan menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif dan damai. Ini biar pelaksanaan kegiatan penting itu berjalan dengan khidmat, lancar, tertib dan aman," kata Zainut kepada Rakyat Merdeka, Jumat (18/10).

Menurut dia, salah satu faktor pentingnya pengawalan terhadap agenda tersebut karena kedudukan Jokowi-Ma'ruf yang akan mengemban tugas mulia. Mulai dari mensejahterakan masyarakat, menjaga stabilitas keamanan di kawasan, sampai mewujudkan perdamaian dunia.

Baca Juga : SaladStop! Ajak Masyarakat Cermat Demi Pelestarian Lingkungan

"Terpenting, mereka juga akan bertugas menjaga nilai-nilai agama," ujarnya.

Oleh sebab itu, andai jelang pelantikan tetap ada pihak tertentu yang menggelar aksi, Zainut meminta agar pelaksanaannya tetap menghormati mekanisme hukum yang berlaku.

"Unjuk rasa adalah hak setiap warga negara. Tapi jangan anarkis, karena bisa mengganggu ketertiban umum," tandas dia.

Baca Juga : Freeport Rogoh Rp 1,4 Triliun Bayar Tunggakan Pajak Air

Lebih lanjut, dia mengatakan, pihaknya menghimbau Presiden dan Wakil Presiden terpilih masa bakti 2019-2024, Jokowi-Ma'ruf Amin untuk sungguh-sungguh menunaikan janji dan programnya selama masa kampanye. Selain itu, keduanya harus mampu mewujudkan tujuan bernegara sebagaimana diatur dalam UUD 1945.

"Jokowi dan Ma'ruf Amin harus sungguh-sungguh melakukan ikhtiar untuk mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan Indonesia dan tujuan bernegara yang termaktub dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," ujarnya. [DNU]

 

Baca Juga : Smelter Freeport Gresik Akan Dibangun 2023