RMco.id  Rakyat Merdeka - Menghadapi Pemilu serentak 2019, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengkalim, masyarakat sudah merekam KTP Elektronik (E-KTP) sudah tembus 97 persen lebih. Perekaman E-KTP sebagai syarat warga bisa ikut nyoblos di pemilu. 

Klaim ini disampaikan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh saat dengan Komisi II DPR, Senayan, Jakarta, kemarin. “Untuk mengejar 3 persen itu, kita jemput bola, gotong royong ke lima provinsi. Di Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat dan Sulawesi Barat pada akhir Janauri ini,” papar Zudan.

Berita Terkait : Kemenperin Kerek Kerajinan Kulit Buaya Di Papua

Zudan mengatakan, upayajemput bola di wilayah Indonesia Timur akan dibantu Disdukcapil dari provinsi-provinsi tetangga. Selain itu, upaya ini juga dilakukan terhadap penghuni lapas di 514 kabupaten/kota. 

“Kita turun dua minggu ke sana dengan dibantu Dukcapil provinsi lain. 20 Januari jemput bola ke 514 lapas di kabupaten/kota. Ke semua lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan (rutan),” ungkapnya.  Zudan mengakui, lima provinsi di wilayah Indonesia Timur ini memang terkendala akses. Medan pegunungan dan kepulauan menjadi hambatan bagi masyarakat untuk merekam dan mencetak E-KTP.

Baca Juga : Lutfi Suntikkan Vitamin

Ada tiga faktor hambatan. Pertama karena di pulau-pulau, gunung-gunung. Kedua, alat di daerah banyak rusak. Ketiga, kesadaran masih rendah. “Mereka merasa nggak butuh E-KTP, akta. Giliran sakit baru kelabakan,” jelasnya.
 Selanjutnya