Mega Dituding Dendam Ke AHY, Puan `Jewer` Andi Arief

Ketua DPR Puan Maharani (Foto: IG @puanmaharaniri)
Klik untuk perbesar
Ketua DPR Puan Maharani (Foto: IG @puanmaharaniri)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kicauan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief yang menuding Megawati dendam ke AHY, langsung diredakan Puan Maharani. 

Putri Megawati ini terlihat kesal, juga geregetan. Puan memastikan, Mega tak dendam ke SBY. Apalagi ke AHY.

Sebelumnya, Andi Arief mencuit di akun Twitternya: AHY tak masuk Kabinet Indonesia Maju karena dihalangi Mega. 

Dendam Mega ke SBY turun ke AHY. Puan nampak kaget saat ditanya wartawan, soal tudingan Andi Arief ke Mega. 

“Masa? Pertanyaannya gimana? Masa begitu?” ujar Ketua DPP PDIP ini, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin. 

Puan yang sekarang jadi Ketua DPR ini pun langsung membantah tudingan Andi Arief itu. Puan menegaskan, ibunya tidak ada dendam ke SBY dan AHY. 

Hubungan antara ibunya dengan keluarga SBY baik-baik saja. Buktinya, ibunya sering ketemu SBY juga AHY. “Kemarin pelantikan juga bareng-bareng, kan!” tegasnya. 

Puan tak habis pikir dengan tudingan Andi Arief, bahwa ibunya dendam kepada AHY. Apalagi, sampai dikaitkan dengan tidak masuknya AHY ke dalam jajaran pembantu Presiden Jokowi di Kabinet Indonesia Maju. 

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Dia menegaskan, penyusunan kabinet sepenuhnya hak prerogatif Presiden Jokowi. Menteri-menteri yang ditunjuk adalah keputusan Jokowi. Partainya dan ibunya tidak ikut-ikutan ngatur. 

“Penentuan menteri kan hak prerogatif presiden. Proses panjang dengan pertimbangan yang matang. Kalau kemudian ada yang menyampaikan atau mengatakan hal-hal seperti itu, lihat dululah proses dan perjalanan dari Pemilu sampai sekarang,” sindirnya. 

Puan pun meminta Andi Arief menyetop menyebarkan isu penjegalan AHY. Andi Arief jangan bikin kisruh suasana yang sudah adem, dengan menyalahkan ibunya dalam proses penentuan menteri. 

“Saya rasa, jangan sampai menimbulkan riak-riak yang kemudian membuat ada yang sepertinya disalahkan, atau saling menyalahkan,” imbau Puan.

Pernyataan Andi Arief juga dibantah ramai-ramai oleh para petinggi PDIP lain. 

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menegaskan, penunjukan menteri bukanlah kewenangan Megawati. Penunjukan itu adalah hak prerogatif presiden. 

“Itu (penunjukan menteri) kan hak prerogatif presiden. Pak SBY juga pernah jadi Presiden. Jadi Pak Andi Arief tahu,” tegas Hasto, di sela seminar kepemudaan, di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, kemarin. 

Hasto kemudian mengutip pernyataan Presiden Jokowi saat membuka Mubes Pemuda Pancasila, pekan lalu, yang mengaku, tidak bisa mengakomodasi semua pihak dalam pembentukan kabinet. 

Baca Juga : Sejumlah Wilayah Di Indonesia Rentan Rawan Pangan

Kata Hasto, pernyataan itu menunjukkan kesederhanaan Jokowi dalam berpolitik. Jokowi menunjukkan kualitas sebagai pemimpin yang rendah hati. 

“Beliau menunjukkan, Presiden punya hak prerogatif. Tetapi, dalam hal menyusun (kabinet), tidak bisa kami lihat menyenangkan semua pihak,” tutur Hasto. 

Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, menuding balik Andi Arief. Dia menyebut, Andi Arief asbun alias asal bunyi. Andi Arief juga tidak beretika. 

“Tiba-tiba ada tembakan diarahkan ke Ibu Mega. Jadi kambing hitam. Ini asal bunyi dan tidak beretika. Saya sangat menyayangkan pernyataan itu. Enough is enough. Tak boleh lagi kita mengembangkan istilah dendam. Kedepankan etika berpolitik, sehingga tidak perlu membuat kegaduhan baru,” tegasnya, kemarin. 

Said pun meminta Andi Arief mengingat-ingat saat AHY dan adiknya Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyambangi rumah Mega. “Mereka disambut manis oleh Ibu Mega dan Mbak Puan,” ucapnya. 

Momen ini, sebut Said, penanda semua perseteruan yang sebelumnya terjadi, telah berakhir.

Mega merupakan seorang negarawan yang sudah makan asam garam politik Indonesia. Di internal Demokrat, tudingan Andi Arief juga tidak dianggap. Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, menegaskan, tudingan Andi Arief tersebut penilaian pribadi. Bukan partai. 

“Hubungan antara keluarga SBY dan keluarga Mega pun baik-baik saja,” ucapnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Baca Juga : Di Rapat Paripurna Istimewa DPRD, Walkot Tangerang Paparkan Capaian dan Evaluasi Kerja

Partainya juga sudah legawa tidak diajak dalam Kabinet Indonesia Maju.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan, juga menyatakan bahwa tudingan Andi Arief adalah sikap pribadi. Partai Demokrat tidak pernah berasumsi seperti pernyataan Andi Arief. 

Wakil Ketua MPR ini menyakinkan, hubungan Partai Demokrat dan PDIP, hubungan Mega dan SBY, juga hubungan Puan dan AHY, baik-baik saja. 

“Itu pirbadi, Partai Demokrat tak pernah berasumsi seperti itu (pernyataan Andi),” ujar Syarief di Kompleks Senayan, kemarin. 

Syarief menyatakan, dalam komunikasi selama ini, Partai Demokrat tak pernah dijanjikan dapat jatah kursi di Kabinet Indonesia Maju. 

Partai Demokrat juga tak pernah minta-minta jatah menteri. Pertemuan SBY dengan Jokowi beberapa pekan jelang pengumuman kabinet, hanya silaturahmi dan komunikasi politik biasa. [FAQ]