RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mengaku cemburu dengan kemesraan yang ditunjukan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Momen itu terjadi, saat Paloh bersilaturahmi ke Kantor DPP PKS, 30 Oktober silam.

"Urusan rangkulan dengan mas Sohibul, itu hanya masalah kecemburuan. Karena saya tidak pernah dirangkul seerat itu. Setelah turun dari sini (podium), saya akan rangkul. Lebih erat dari Pak Sohibul Iman," ungkap Jokowi di sela pidatonya dalam acara Ulang Tahun Partai NasDem di JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/11).

Baca Juga : Eks Bos Humpuss Transportasi Kimia Taufik Agustono Didakwa Suap Bowo Sidik

Jokowi menegaskan, tak ada yang salah dalam rangkulan antara Surya Paloh dan Sohibul Iman. "Rangkulan itu apa yang salah? Itu bagus. Tapi sekali lagi, kembali pada niatnya. Kalau niatnya untuk kenegaraan dan kebangsaan, tidak ada yang salah," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Menurutnya, apa yang dicontohkan oleh Surya Paloh sangat baik untuk merajut kebersamaan. "Rangkulan untuk komitmen persaudaraan sebangsa dan se-Tanah Air, apa keliru? Itu bagus sekali. Benar nggak? Betul nggak?" kata Jokowi ditimpali kader Nasdem. "Betul."

Baca Juga : KPK Bantu Kemensetneg Tertibkan Aset Senilai Rp 571,5 Triliun

Jokowi melanjutkan, candaan yang diungkapkan di forum resmi, itu biasa saja. Sehingga, tidak perlu ditanggapi berlebihan. "Jangan ditanggapi ke sana ke mari. Ada yang curiga. Ada yang sinisme. Ada yang tidak percaya. Biasa saja," ujarnya. [REN]