Di COP25, Gus Imin Bicara Ancaman Perubahan Iklim

Klik untuk perbesar
Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar saat menghadiri pembukaan konferensi perubahan iklim dunia di Ifema Madrid, Spanyol, Selasa (2/12) pagi, waktu setempat.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah diminta fokus memperjuangan negoisasi dalam perubahan iklim ke-25 di Madrid, Spanyol.

Apalagi, Indonesia memiliki peran yang sangat penting di climate change conference (COP25) yang diikuti oleh sejumlah negara dan LSM dunia.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar saat menghadiri pembukaan konferensi perubahan iklim dunia di Madrid, Spanyol, Selasa (2/12) pagi, waktu setempat.

Muhaimin meminta Indonesia berani melobi negara lain dalam proses negoisasi di Perubahan Iklim ke-25 ini. Lobi itu bertujuan menentukan kewajiban tiap negara perserta konferensi mengatasi perubahan iklim.

Berita Terkait : KLHK Hadirkan 3 Tokoh Besar Dunia Di Paviliun Indonesia

"Di COP25, pemerintah harus pandai bernegosiasi menentukan kewajiban negara-negara di dunia dalam perubahan iklim dunia, " kata Imin.

Sekarang ini, Imin menyebut ancaman perubahan iklim semakin terasa. Perubahan iklim mempengaruhi lingkungan dan meningkatnya pemanasan global.

"Kondisi Ini tentu membahayakan bumi kita dan kehidupan manusia. Perlu langkah cepat mengatasi masalah iklim," tegas Imin.

Ketua Umum PKB ini mengajak, semua pihak untuk bekerja sama mengurangi emisi yang menjadi biang pemanasan global.

Berita Terkait : Hadiri COP25, KLHK Pertegas Komitmen Perubahan Iklim

Ia menilai, ancaman perubahan iklim sekarang ini belum disadarin seluruh pihak. Karena itu, Imin mendorong pemerintah proaktif di COP25 yang diadakan Perserikatan Bangsa-Bangsa ini.

Apalagi, forum perubahan iklim ini melibatkan pelaku industri global.

"Mau tidak mau semua pihak harus terlibat mengurangi pemanasan global," ujarnya.

Selain itu, DPR juga mendorong agar undang-undang hijau segera terwujud. UU hijau sangat penting sebagai regulasi yang mewujudkan industri yang ramah lingkungan.

Baca Juga : Pemprov DKI dan KAI Perkuat Kerjasama

"Tentu ada dua, UU Hijau dan UU Climate change yang harus segera terwujud untuk mendukung industri yang ramah lingkungan,," harapnya.

COP25 merupakan konferensi perubahan iklim yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Konferensi tersebut menjadi ajang negara peserta membahas aksi nyata melawan dampak perubahan iklim.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai delegasi Indonesia akan mengumumkan langkah nyata Indonesia melawan perubahan iklim di Paviliun Indonesia. Sejumlah negosiator dari kementerian terkait disiapkan untuk memuluskan proses negoisasi di COP25. (FIK)