RMco.id  Rakyat Merdeka - Oesman Sapta alias OSO terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Hanura 2019-2024, dalam Musyawarah Nasional (Munas) Hanura III, di Hotel Sultan, Jakarta, kemarin. OSO bertekad akan membawa Hanura terbang dan menjadi pemenang di Pemilu 2024 mendatang.

Pemilihan OSO berlangsung mulus. Semua peserta Munas Hanura sepakat mendorong kembali mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah itu kembali menakhodai Hanura.

Setelah terpilih, OSO menyampaikan pidato. Dia mengawalinya dengan menyerukan slogan baru Partai Hanura. “From zero to hero,” seru OSO dari podium, sambil mengepalkan tangan kanannya. Suaranya menggelegar. Seruan itu dijawab ‘siap’ secara serempak sebanyak 3 kali oleh seluruh kader yang memenuhi ruangan pelaksanaan Munas.

Setelah itu, OSO berbicara pelan. Kata-kata yang diucapkannya banyak jeda. Ia mengaku terharu. Pera saannya itu nyaris tak bisa ia jelaskan dengan kata-kata. “Saya sangat terharu,” ucapnya. OSO memastikan tidak ada direkayasa dalam Munas ini. “Kalau ada rekayasa, tentu ada suara yang berbeda,” sebut OSO.

OSO mendengar dan melihat sendiri ada ketulusan dari semua kader Hanura. “Seperti saya juga, tulus kepada saudara-saudara sekalian,” ujar OSO, yang disambut gemuruh tepuk tangan kader Hanura.

Baca Juga : Berkasnya Dilimpahkan Ke Pengadilan, Eks Direktur Teknik Garuda Indonesia Bakal Segera Disidang

Setelah tepuk tangan mereda, OSO bertanya. “Saudara, apakah kita siap memenangkan Pemilu 2024?” tanyanya, yang kembali serempak dijawab ‘siap’.

Melihat semangat kader Hanura, OSO optimis target tersebut tercapai. Selain itu, ia juga menilai loyalitas dan kebersamaan kader Hanura pada umumnya tergolong tinggi. “Lantas mempunyai hati yang jujur, tulus. Saya tidak melihat ada permainan-permainan di dalam ini. Marilah kita mulai dari nol,” ajaknya.

Ia berharap, adanya pikiran-pikiran yang sama dalam membangun satu sistem ke depan. Mencoba meyakinkan diri, OSO kembali melontarkan beberapa pertanyaan ke forum.

“Apakah Saudara-saudara masih percaya kepada saya,” tanya OSO, yang sontak dijawab ‘percaya’ oleh peserta Munas. “Apakah Saudara yakin, bahwa saya mampu memimpin Saudara,” tanya OSO lagi, yang kompak dijawab ‘yakin’.

Setelah puas dengan jawaban tersebut, OSO kemudian menyatakan menerima dipilih kembali sebagai Ketum Hanura. “Baiklah, dengan demikian, saya akan mengatakan, saya menerima,” tegas OSO, lalu menutup pidatonya.

Baca Juga : Penyidik KPK Dalami Rekomendasi Usaha Benih Lobster Dari Gubernur Bengkulu Dan Bupati Kaur

Ketua Panitia Munas III Hanura, Benny Rhamdani, yang juga merupakan pimpinan sidang, membacakan putusan OSO ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketum Hanura periode 2019-2024. OSO juga diberikan mandat sebagai formatur tunggal untuk menyusun kepengurusan DPP Hanura 2019-2024.

“Memberikan mandat penuh kepada Bapak Oesman Sapta selaku ketua terpilih sebagai formatur tunggal dengan tugas menyusun kepengurusan DPP Hanura 2019-2024,” ucap Benny, membacakan putusan Munas.

Usai penutupan, OSO membenarkan dirinya terpilih kembali sebagai Ketum Hanura secara aklamasi. Keputusan itu, terangnya, disetujui 34 DPD dan 514 DPC Hanura seluruh Indonesia. “Itulah fakta integritas yang telah diungkapkan dan telah dilakukan oleh Munas III sampai hari ini,” kata OSO.

Di tempat terpisah, Wiranto menyatakan mundur dari jabatan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura. Alasannya, dia saat ini menduduki posisi sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

“Saya menyatakan mundur dari Ke tua Dewan Pembina Hanura. Mengapa? Ini kesadaran saya. Saya selalu berorientasi kepada tugas pokok saya. Saat ini, saya ditugaskan Presiden sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden,” kata Wiranto saat menggelar konferensi pers di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, kemarin.

Baca Juga : PLN Berhasil Nyalakan Kembali 74.163 Pelanggan Terdampak Banjir Di Kalsel

Ketua DPP Partai Hanura, Inas Nasrullah Zubir, mengatakan, Wiranto memang tidak pantas berada di Partai Hanura. Sebab, mantan Menko Polhukam itu berkali-kali melakukan pengkhianatan terhadap partai.

“Di kabinet, Pak Wiranto pernah mengorbankan 2 menteri, agar dirinya bisa masuk ke dalam kabinet. Terakhir, dia memilih posisi Wantimpres daripada mengurus Partai Hanura,” kata Inas, kemarin.

Berbeda dengan Wiranto, sambung Inas, OSO justru menunjukkan kesungguhannya terhadap partai Hanura. OSO rela melepas posisi Wantimpres untuk mengurus Hanura. “Ini membuktikan siapa yang loyal terhadap partai dan yang haus jabatan,” pungkasnya. [SAR]