Nasdem Mulai Lakukan Konvensi, Nama Syahrul Disorong-sorong

Syahrul Yasin Limpo (tengah). (Foto: Humas Kementan)
Klik untuk perbesar
Syahrul Yasin Limpo (tengah). (Foto: Humas Kementan)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Partai Nasdem mulai menjaring calon untuk 2024. Langkah ini diapresiasi pengamat Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Anna Nurhasanah.      

Menurutnya, memang sudah sepatutnya di era demokrasi saat ini perlu cara pandang baru dalam menjaring calon pemimpin ke depan. Dia pun mendorong Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebagai  kandidat internal partai yang patut dipertimbangkan Nasdem.    

"Memang perlu ada cara pandang baru dalam mencari figur kepemimpinan ke depan. Jadi bisa mencari calon-calon dari luar atau internal partai yang bisa diterima," kata Anna, Kamis (9/1).    

Berita Terkait : Sosialisasi Kostratani di Banten, Membangun Pertanian Berasis Kecamatan

Ditegaskan dia, penjaringan calon pemimpin bagaimana pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab ini bisa menjadi salah satu strategi bagi partai untuk terus berkembang. Penjaringan lewat konvenbsi ini tidak bisa lagi dipandang sebagai strategi partai untuk atasi persoalan kekurangan kader pemimpin ke depan melainkan upaya partai untuk memunculkan tokoh-tokoh pemimpin ke depan.    

"SP (Surya Paloh, Ketum Nasdem) ini merupakan salah satu god father Nasdem, dan selama ini memang dia bergerak di belakang layar. Tetapi ada figur yang dimuculkan jadi leader atau orang nomor dua untuk lima tahun ke depan dan itu memang sebaiknya dilakukan dari sekarang. Kalau tidak, malah bisa memperburuk citra partai itu sendiri," katanya.    

Anna sendiri melihat cukup banyak tokoh di Nasdem yang patut dipertimbangkan dalam penjaringan konvensi nanti. Salah satunya adalah Syahrul Yasin Limpo. Dia mengakui, aura Syahrul belum kelihatan. Karena memang baru bekerja dua bulan di Kabinet Jokowi Periode dua.

Baca Juga : Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gorontalo, Fadel Cerita Usulan Amandemen UUD 1945

Namun, melihat latar belakangnya yang memulai kariernya sebagai lurah, camat, kemudian bupati dan gubernur Sulawesi Selatan dua periode dan banyak makan garam di dunia birokrasi dan pentas politik nasional, Syahrul patut diperhitungkan untuk 2024. "Bisa seperti Pak JK (Jusuf Kalla)," katanya.    

Anna bisa memaklumi Syahrul belum melakukan pengemasan dalam rangka 2024 karena memang Pilpres masih jauh. Namun jika dia serius mengikuti Pak JK, tokoh Sulsel yang bisa menduduki kursi Wakil Presiden dua kali, maka dia harus membuat terobosan yang bisa membuat dia dikenal masyarakat Indonesia.       

"Pak Syahrul harus mampu betul-betul memanfaatkan kursi Menteri Pertanian (Mentan) dengan cara mengemas ide-ide gagasan tentang dunia pertanian yang lebih terarah dan bisa digalakkan. Setidaknya seperti zaman Soeharto dulu dimana kita bisa swasembada. Bukan sebaliknya, dunia pertanian kita menjadi anjlok," katanya.      [KAL]