Tak Mau Melawan Amien, Zulhas Takut Kualat

Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. (Foto: Twitter Sandiaga Salahuddin)
Klik untuk perbesar
Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. (Foto: Twitter Sandiaga Salahuddin)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketum PAN Zulkifli Hasan enggan dihadap-hadapkan dan diisukan melawan Amien Rais menjelang Kongres PAN nanti. Zul mengaku sangat hormat ke Ketua Dewan Kehormatan PAN itu. Dia bahkan mengaku sebagai muridnya Amien. Kalau melawan, bisa kualat.

Menjelang kongres, sikap Zul dan Amien memang berseberangan. Hubungan keduanya sempat memanas. Amien menghendaki Zul tidak maju lagi sebagai caketum. Sedangkan Zul keukeuh mau maju lagi.

Akibat sikap yang berbeda itu, sempat terjadi saling sindir antara Amien dan Zul. Bahkan, Rapat Harian PAN yang digelar 20 Desember lalu, sempat berjalan panas.

Belakangan, hubungan Amien dan Zul membaik kembali. Keduanya terlihat hangat kembali saat Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PAN Jawa Timur, di Surabaya, Minggu kemarin. Zul pun menggunakan momen ini untuk membantah kabar kerenggangan dengan Amien, yang merupakan besannya sendiri.

Sesi sambutannya di acara ini dipakai Zul untuk curhat. Hampir semua curhatannya soal Amien. Zul menyebut, ia kader dan murid Amien. Dia mengaku sangat hormat ke Amien. Karenanya, ia tak mungkin melawan gurunya.

Berita Terkait : Ada Apa Dengan Amien?

Sejak awal bergabung di PAN, saat menjadi Ketua Departemen Logistik (2000-2005), kata Zul, salah satu tokoh yang menjadi panutannya adalah Amien. Ia juga mengaku pendukung utama Amien sebagai calon presiden pada Pemilu 2004.

Bukan hanya itu, Amien juga merupakan idola bagi keluarganya. “Jujur, saya gugup berbicara di forum ini. Tadi saya pamit ke Pak Amien Rais, saya ingin curhat. Kalau ditanya soal Pak Amien Rais, kami telah mengidolakan beliau sejak lama,” ungkap Zul.

Hanya saja, situasi dan dinamika politik jelang Kongres PAN dengan agenda pemilihan ketua umum kian memanas. Banyak pihak yang membenturkan dirinya dengan orang yang dihormatinya itu.

“Saya sedih menghadapi Kongres. Saya dihadap-hadapkan dengan Pak Amien. Kalau melihat di media sosial, Masya Allah. Nangis saya, Pak. Demi Allah, nggak mungkin saya melawan beliau. Saya ini siapa? Saya kadernya Pak Amien, masa dibanding kan? Saya bisa kualat,” ujar Zul dengan nada lirih.

Bahkan, Zul menegaskan, dia orang pertama yang akan berada di garda terdepan apabila ada yang menyakiti dan menghina Amien. “Kalau saya yang dijelekkan, nggak apa-apa. Namun, kalau Pak Amien yang dilecehkan, saya cari orangnya. Saya nggak terima kalau ada yang menyakiti Pak Amien,” tegasnya.

Berita Terkait : Sinyal Rudiantara Melemah, Zulkifli Zaini Kandidat Kuat Dirut PLN

Di tengah curhatannya soal Amien, nadanya meninggi saat ia menyebut nama Mulfachri Harahap, rivalnya di perebutan kursi PAN 1. Mulfachri yang berpasangan dengan Hanafi Rais (calon Sekjen) adalah calon yang disebut didukung Amien.

Zul sebenarnya tak akan mencalonkan diri jika Hanafi Rais yang maju sebagai calon ketua umum. Namun, belakangan Hanafi menolak dan memilih menjadi Calon Sekjen PAN pendamping Mulfachri.

“Saya nggak melawan Pak Amien. Amien Rais-PAN, PAN-Amien Rais. Kita harus tahu itu. Saya melawan Pak Mulfachri,” ujar Zul dengan nada tinggi.

Kemarin, Zul sudah kembali ke Jakarta. Saat ditanya wartawan, dia mengulangi pernyataan yang sama. Dia menyebut, menyebut kompetitor dirinya adalah Mulfachri Harahap dan Asman Abnur, bukan Amien.

“Yang akan saya hadapi di kongres nanti adalah Mulfachri Harahap dan Asman Abnur, bukan Amien Rais. Tidak mungkin menghadap-hadapkan saya dengan Pak Amien,” ucapnya.

Berita Terkait : Tok...Tok...Tok... Palu Dibawa Pergi Pak Zul

Mengenai Kongres ini, Amien sempat merinci beberapa orang yang akan tampil. Ada empat nama yang disebut. Yakni Mulfachri Harapan yang berduet dengan Hanafi Rais, lalu Asman Abnur, Hairul Wibowo, serta Zul.

Sebagai pendiri partai, Amien mewanti-wanti dan memberi sejumlah pesan. Antara lain, jangan sampai ada kekuatan dari luar yang merusak dan mengganggu kongres. Amien juga mengimbau kepada pemenang konggres, siapa pun dia harus mau merangkul kubu calon ketua umum lainnya. Tidak ada lagi pertandingan. Semua kembali utuh dan tidak ada perpecahan. [FAQ]