Persaingan Parpol Di Jawa Timur

Partai Cak Imin Bisa Sodok Banteng

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar (kedua dari kanan) saat bersalaman dengan Presiden Jokowi (kedua dari kiri). (Foto: Twitter @Kantor Staf Presiden)
Klik untuk perbesar
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar (kedua dari kanan) saat bersalaman dengan Presiden Jokowi (kedua dari kiri). (Foto: Twitter @Kantor Staf Presiden)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Direktur Parlemen Watch Umar Sholahudin menilai Provinsi Jawa Timur (Jatim) menjadi daerah sentral untuk mendulang suara di Pemilu 2019. Pasalnya, provinsi ini memiliki jumlah pemilih tertinggi kedua setelah Provinsi Jawa Barat (Jabar).

“Jatim adalah barometer menentukan kontestasi demokrasi nasional, makanya peserta pemilu serta calon presiden dan wakilnya berbondong-bondong datang ke Jatim untuk dulang suara,” kata Sholahudin, kemarin.

Berita Terkait : Cak Imin Klaim Tak Terlibat Kasus Suap Kementerian PUPR

Dia menyebutkan, basis NU cukup kuat, bahkan kader maju di Pilkada Jatim sebelumnya adalah kader NU. “Jadi partai yang dekat NU bisa saja nanti menang pileg di Jatim. Ya, PKB atau PPP misalnya,” ujarnya.

Lembaga survei Pusat Studi Anti-Korupsi dan Demokrasi (PUSAD) Universitas Muhammadiyah Surabaya mencatat suara PDI Perjuangan dan PKB beda tipis untuk Pileg 2019 di Jatim.

Baca Juga : KBRI Dukung Pameran Hannover Messe 2020 di Paris

Untuk tingkat elektabilitas PDI Perjuangan mendapat 21,80 persen dan PKB 21,68 persen. Dengan kondisi ini, bisa saja, PKB menyodok PDIP. Di urutan berikutnya, masing -masing Partai Gerindra 14,3 persen, Partai Golkar 7,10 persen, serta Demokrat 4,5 persen.

Sedangkan, partai lainnya di bawah ambang batas Parliementary Tresshold (PT) 4 persen adalah PAN 2,7 persen, PKS 2,10 persen, Nasdem 1,90 persen, PPP 1,60 persen, Perindo 1,3 persen dan Hanura 1,2 persen.
 Selanjutnya