HUT Gerindra Tidak Mewah

Prabowo Teriak Lagi Bokek

Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberikan nasi tumpeng kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat memperingati HUT ke-12 Partai Gerindra, di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, kemarin.
Klik untuk perbesar
Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberikan nasi tumpeng kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat memperingati HUT ke-12 Partai Gerindra, di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, kemarin.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Banyak partai biasanya menggelar HUT dengan meriah dan mewah. Namun, Gerindra tidak melakukannya. Partai besutan Prabowo Subianto tersebut memilih mengelar HUT ke-12 dengan sederhana. 

Di acara itu, Prabowo “teriak-teriak” lagi bokek. Perayaan HUT Gerindra digelar di DPP Gerindra, Pasar Minggu, Jakarta, kemarin.  Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 10 pagi. Menteri Pertahanan itu datang dengan stelan khasnya. Baju safari krem dan peci hitam. 

Ia datang bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, dan Sandiaga Uno. 

Tiba di lokasi, pengurus teras Gerindra menyambut mereka dan mengantarnya ke arena utama. Tak ada komentar yang disampaikan kepada awak media yang menunggunya dari pagi. Prabowo hanya melambaikan tangan sambil tersenyum. 

“Banyak sekali wartawan,” ucapnya, sambil bergegas masuk aula. Di sana sudah terlihat jajaran pengurus. 

Berita Terkait : Muzani: Gerindra Harus Kuat Agar Rakyat Sejahtera

Seperti Hashim Djojohadikusumo, Rachmawati Soekarnoputri, Ahmad Muzani, Sufmi Dasco Ahmad, Fadli Zon, dan Desmond J Mahesa. 

Di acara yang dihadiri ratusan kader ini, Prabowo menyampaikan pidato politik. Isinya jauh berbeda dari yang disampaikan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, lebih santai dan banyak guyon. Sudah tidak ada lagi kritik dan sindiran terhadap pemerintah.

Di awal pidato, Prabowo menyapa para hadirin. Pertama, ia menyapa Anies. “Yang saya hormati Gubernur Jakarta Raya, Bapak Anies Baswedan,” kata Prabowo. “Ya walaupun tidak resmi jadi kader Gerindra, tapi hatinya kira-kira begitu,” kata Prabowo. 

Lalu kepada Sandi. “Yang saya hormati Sandiaga Uno, wakil saya, yang jadi belum dilantik,” candanya.

Eks Danjen Kopassus itu juga tak lupa menyapa wartawan yang hadir.  “Ini ada wartawan ya. Friend kita sekarang, ya,” seloroh 

Berita Terkait : Ingin Sederhana, Prabowo Rayakan HUT ke-12 Gerindra Bareng Anak Yatim

Prabowo sembari tertawa. Hadirin ikut tertawa. Mungkin teringat saat Pilpres dulu. Saat itu, Prabowo sering bersikap sinis dan mengaku jengkel ke wartawan. 

Selama 30 menit, Prabowo bicara. Di dalamnya, antara lain Prabowo menceritakan pengalamannya mendirikan Gerindra. Dulu, kata dia, banyak orang memandangnya dengan sebelah mata. Banyak yang memperkirakan tak akan selesai. 

Maklum, proses pembentukan dikebut karena mengejar waktu pendaftaran sebagai peserta Pemilu 2009. Prabowo bangga, Gerindra kini menjadi partai yang semakin besar dan mempengaruhi kebijakan negara. Gerindra sudah berkiprah dalam mengelola pemerintah. 

“Bukan dari pinggir, bukan jadi penonton, bukan jadi pengamat, bukan jadi pengkritik saja. Tapi, kita memutuskan, kita akan terjun ke kancah politik untuk melakukan perubahan,” ujarnya. 

Soal acara, Prabowo mengaku perayaan HUT kali ini memang sengaja digelar sederhana dan tidak besarbesaran. Meski begitu, ia menilai acara itu sebagai kesempatan menilai loyalitas dan kesetiaan. 

Baca Juga : Geger Anjani Hamil Dan Corona

“Alhamdulillah, saya lihat wajah-wajah yang setia,” kata Prabowo. Selain itu, Prabowo melihat kondisi negara sekarang yang sedang dalam banyak masalah. 

“Kita tidak mau gembar-gembor karena juga biaya terbatas. Habis satu tahun pemilu, habishabisan,” ungkapnya, yang disambut tawa hadirin. “Kalian senyum-senyum tapi kalian itung-itung juga utang kalian yang belum dibayar. Pak Sandi juga senyumnya agak ada kecut-kecutnya dikit gitu. Pak Hashim juga saya lihat,” canda Prabowo. 

Hadirin kembali tertawa. Menurut Prabowo, begitulah orang Indonesia. Dalam keadaan stres pun masih bisa tetap senyum. Ia berharap, Gerindra dari yang tidak diperhitungkan menjadi partai yang matang, semakin matang. Menjadi partai yang solid. 

“Kita menjadi partai yang diuji oleh waktu, diuji oleh kesulitan, diuji oleh rintangan, diuji oleh perjalanan yang tidak ringan,” ujarnya. [BCG]