PAN Nggak Bakal Nanggung, Oposisi Atau Koalisi Bakal Diketok di Rakernas 2020

PAN Nggak Bakal Nanggung, Oposisi Atau Koalisi Bakal Diketok di Rakernas 2020
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Partai Amanat Nasional (PAN) tidak akan bersikap abu-abu terhadap Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Keputusan oposisi atau koalisi akan diketok di Rakernas 2020.

Hal itu diungkapkan Politikus PAN Bima Arya Sugiarto usai diskusi di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Minggu (16/2).

Ia memastikan, sikap PAN tidak akan membingungkan kadernya. “Nanti di rakernas akan diputuskan arah partai. Tidak ada lagi posisi yang nanggung atau grey area. Pilihannya, jadi oposisi atau betul-betul menjalankan program pemerintah,” ujar Bima.

Berita Terkait : Zulhas Kembali Nakhodai PAN

Seperti diketahui, santer terdengar PAN akan merapat ke pemerintah setelah Zulkifli Hasan alias Zulhas kembali menjdi Ketum PAN 2020-2025. Namun, Zulhas menyebut PAN berada di posisi tengah sedikit ke kanan.

Bima tidak menampik adanya opsi PAN merapat ke pemerintah. Jika itu keputusan Rakernas, maka Bima menyarankan agar PAN tahu diri. Tidak meminta-minta jabatan menteri.

“Kami harus bisa menempatkan diri. Kami juga tidak akan meminta-minta posisi di kabinet sebagai prasyarat masuk koalisi. Kami terbuka untuk semua opsi,” ujar Wali Kota Bogor ini.

Baca Juga : Polisi Buru Pemilik Mobil Yang Males Bayar Pajak

Bima mengatakan, pelaksanaan rakernas segera dijadwalkan setelah pengurus DPP terbentuk. “Bang Zul sebagai ketua umum terpilih kan diberi waktu 30 hari membentuk DPP, tapi saya kira bisa lebih cepat 1-2 minggu,” katanya.

Setelah kepengurusan baru DPP PAN dibentuk, kata dia, akan diputuskan arah partai, termasuk sikap menjadi oposisi atau bergabung dengan koalisi di pemerintahan.

Ditanya maksud pernyataan Zulkifli Hasan yang mengatakan PAN berada di tengah tetapi sedikit ke kanan, Bima hanya berujar, partai harus bersikap tegas. “Menurut saya harus lebih tegas memang ya,” pungkasnya. [BSH]