RMco.id  Rakyat Merdeka - Partai Golkar berharap kampanye Pemilu menjunjung tinggi toleransi. Jangan menyampaikan atau menyebarkan informasi kebencian, permusuhan dan isu SARA. Ini bisa menimbulkan konflik di masyarakat.

"Kampanye menyapa, mendengar keluh-kesah rakyat dan menampung aspirasi rakyat merupakan cara kampanye terbaik. Membuat skala prioritas sesuai dengan kebutuhan rakyat dan mengimplementasikan setelah terpilih,” jelas Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Senin (28/1).

Berita Terkait : Akhir Tahun, Pemerintah Terima 30 Juta Dosis Vaksin Corona

Menurut Airlangga, kegiatan kampanye saat ini merupakan potensi paling rawan dalam setiap proses pemilu. “Rakyat selaku pemegang kekuasaan tertinggi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara tentunya menghendaki pemilu bermutu dan berjalan aman dan lancar. Tidak menimbulkan konflik dan permusuhan,” ujarnya.

Airlangga menegaskan, pesaing bukanlah musuh yang harus dihancurkan. “Tapi lawan yang harus dihormati dengan menempatkannya sebagai mitra dalam berdemokrasi,” papar Menteri Perindustrian ini.

Berita Terkait : Bahas PSBB Total, Besok Airlangga dan Anies Mau Ketemuan

Soal target, Airlangga mengatakan, Partai Golkar menargetkan pada Pileg 2019 adalah menambah 19 kursi DPR. Pada Pileg 2014, Golkar meraih 91 kursi DPR. Dengan target penambahan 19 kursi itu berarti Golkar meraih 110 kursi DPR atau setara dengan 18 persen perolehan suara nasional.

Selain itu, bisa memenangkan pasangan Jokowi Widodo-KH Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. “Bagi Partai Golkar dalam mengikuti pesta demokrasi 2019, tiada kata lain dan hanya satu kata, menang,” tegasnya.

Berita Terkait : Airlangga: PSBB Transisi Dongkrak Indikator Makro dan Sektoral

Airlangga memerintahkan para kadernya di Fraksi Golkar DPR, DPRD dan DPRD Kabupaten/ Kota untuk memperjuangkan peningkatan status jalan-jalan di daerahnya menjadi jalan nasional.
 Selanjutnya