Presiden PKS Anggap Indonesia Masih Low Trust Society

Presiden PKS Sohibul Iman (depan) bersama para kader di acara Kursus Singkat Ketahanan Nasional (KSKN) untuk seluruh anggota Fraksi PKS DPR, Ketua-Ketua Fraksi PKS DPRD dan pimpinan DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota dari PKS seluruh Indonesia, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat malam (21/2). (Foto: Dok. PKS)
Klik untuk perbesar
Presiden PKS Sohibul Iman (depan) bersama para kader di acara Kursus Singkat Ketahanan Nasional (KSKN) untuk seluruh anggota Fraksi PKS DPR, Ketua-Ketua Fraksi PKS DPRD dan pimpinan DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota dari PKS seluruh Indonesia, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat malam (21/2). (Foto: Dok. PKS)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden PKS Sohibul Iman menyoroti rendahnya kepercayaan antar-masyarakat di Indonesia dalam konteks ketahanan nasional. Sohibul menyebut Indonesia masih masuk kategori low trust society dengan kerapnya warga membesarkan perbedaan dalam perkara yang sepele.        

Hal itu disampaikan Sohibul dalam Kursus Singkat Ketahanan Nasional (KSKN) untuk seluruh anggota Fraksi PKS DPR, Ketua-Ketua Fraksi PKS DPRD dan pimpinan DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota dari PKS seluruh Indonesia, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat malam (21/2). Sohibul menyebut, kekuatan national security dalam bentuk peningkatan kekuatan militer sangat penting. Namun, yang tidak kalah penting dalam sistem pertahanan nasional adalah human security.        

Baca Juga : Makin Menggila, WHO Naikkan Status Darurat Wabah Corona ke Level Tertinggi

"Human security itu adalah rasa aman yang dirasakan oleh masyarakat. Kita ini masih masuk dalam low trust society sehingga kerap antar-elemen bertikai hanya perkara remeh temeh," paparnya.       

Sohibul menyebutkan, rakyat yang terpenuhi rasa aman dengan terpenuhi segala kebutuhannya akan menjadi pelindung terdepan negeri ini. "Saya yakin jika rakyat terpenuhi kebutuhannya, kebutuhan makan terpenuhi dan lainnya mereka akan terdepan menjaga negeri ini."          

Baca Juga : Tak Muluk-muluk, Cita-cita Fadel Cukup Wapres 

Lebih lanjut, ia menyebut, rakyat Indonesia, yang masih masuk kategori low trust society, harus mendapatkan tiga kebebasan untuk mencapai human security. Pertama, freedom of fear atau kebebasan dari rasa takut. Rakyat harus merasakan kehidupan sehari-hari aman buat mereka dan terbebas dari rasa takut. "Ini perjuangan PKS agar masyarakat merasakan keamanan," ujar Sohibul.      

Kedua, freedom of want atau kebebasan manusia untuk melaksanakan kehendak sesuai norma yang berlaku. "Masyarakat ingin pintar, ingin sehat, ingin tenang secara spiritual beragama harus dipenuhi oleh negara," paparnya.        

Baca Juga : Jaksa Agung Kebanyakan Omdo

Terakhir, adalah freedom of indignity, yakni kebebasan dari rasa penghinaan, persekui, perisakan, termasuk di dalamnya penistaan terhadap agama dan kepercayaan. [KW]