Nyaris Tembus 100 Miliar

Dana Kampanye 02 Naik 2 Kali Lipat, Sandi Habiskan 63 Miliar

Klik untuk perbesar
Cawapres Paslon no urut 02 Sandiaga Uno memaparkan Dana Kampanye Januari 2019 di Jakarta, Kamis (31/1). Total penerimaan dana kampanye Prabowo-Sandi pada januari 2019 sebesar Rp. 99,7 M yang didapat dari sumbaangan warga, tim relawan dan dana pribadi paslon. (Foto: Patra Rizky Syaputra/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dalam sebulan, dana kampanye Paslon 02 meningkat hampir dua kali lipat. Total dana kampanye yang diterima Prabowo-Sandi hampir mencapai 100 miliar rupiah. Sandiaga Uno, tetap menjadi donatur terbesar.

Kemarin, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno kembali merilis laporan dana kampanye. Sebelumnya, BPN melauncing laporan dana kampanye pada akhir Desember lalu.

Pada rentang 23 September hingga 28 Desember 2018, BPN menerima sumbangan dana kampanye Rp 54 miliar. Kini, jumlah tersebut meningkat hampir 2 kali lipat. Sampai 29 Januari 2019, BPN mengantongi dana kampanye sebesar Rp 99,7 miliar atau meningkat Rp 45,7 miliar dibanding laporan akhir tahun lalu.

Baca Juga : Begini Teknik Sambung Rambut Tanpa Bahan Kimia

Jumlah ini jauh mengungguli dana kampanye Paslon 01 Jokowi-Amin per Desember tahun lalu. Dalam laporannya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin menerima total sumbangan sebesar 59 miliar.

Dari total tersebut, cawapres 02 Sandiaga Uno masih menjadi penyumbang terbesar. Eks Wagub DKI ini rogoh Rp 63,39 miliar dari kantongnya. Prabowo Subianto menjadi penyumbang kedua terbesar dengan total Rp 34,5 miliar.

“Selain itu ada sumbangan perorangan 203 juta dan sumbangan kelompok Rp 223 juta,” kata Wakil Bendahara BPN Satrio Dimas, di Posko Pemenangan, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta, kemarin.

Baca Juga : Adinia Wirasti Kesengsem Putra Arnold Schwarzenegger

Meskipun pemasukan besar, pengeluran BPN juga besar. Selama empat bulan masa kampanye, BPN sudah habiskan Rp 83,2 miliar. Rinciannya, untuk pembelian peralatan sebasar Rp 111 juta, pertemuan terbatas Rp 3,9 miliar, pertemuan tatap muka Rp 13,5 miliar.

Lalu iklan media Rp 285 juta, alat peraga kampanye Rp 6,02 miliar, bahan kampanye Rp 24,9 miliar, operasional lain lain Rp 5,9 miliar, pengeluaran modal lain lain sebesar Rp 2,3 miliar, pembelian peralatan Rp 111 juta, dan kegiatan lain lain Rp 25,9 miliar.

Kegiatan lain lain itu diantaranya untuk teritori dan jaringan Rp 13,7 miliar, operasional posko Rp 3,5 miliar , media sosial Rp 9,1 juta, sosial kemasyarakatan Rp 4,8 miliar, sekretariat 280 juta, dan media center Rp 3,6 miliar,” katanya.

Baca Juga : Lahirkan Human Champions di Era Industri Aviasi 4.0, AP II Gandeng BPSDM Kemenhub

Ada yang menarik dari penerimaan dana kampanye sekarang. Kata dia, paska debat Pilpres perdana, sumbangan yang berasal dari perorangan dan kelompok meningkat jumlahnya.

“Pada Desember lalu, total sumbangan masyarakat sebesar Rp 144 juta. Paska debat pilpres perdana alhamdulillah animo masyarakat semakin meningkat, sehingga di Januari ini kami menerima Rp 246 juta. Tentunya ini kami syukuri dan akan kami pertanggungjawabkan,” tutur Dimas.

Sandi pun ikut berkomentar soal meningkatnya sumbangan perseorangan dan kelompok. “Saya lihat semakin hari semakin banyak yang menyumbang dan kita bersyukur bahwa ini adalah sebuah hal yang berbeda sekali. Bahwa politisi biasanya nyawer, kalau sekarang kita yang diberikan amplop, plastik atau besek yang isinya sumbangan dana perjuangan,” ujarnya. [MHS]