Kongres Demokrat Terpapar Corona

Tampak Ketum Partai Demokrat Susio Bambang Yudhoyono (kedua kanan) dan Ketum terpiliih Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat Kongres V Demokrat digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Minggu (15/3). (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)
Klik untuk perbesar
Tampak Ketum Partai Demokrat Susio Bambang Yudhoyono (kedua kanan) dan Ketum terpiliih Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat Kongres V Demokrat digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Minggu (15/3). (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Corona tak hanya menyasar ekonomi juga merenggut nyawa, tapi juga membuyarkan acara-acara penting dan sakral. Kongres V Partai Demokrat merasakan betul dahsyatnya paparan virus asal Wuhan itu.

Awalnya, Kongres V Partai Demokrat direncakan digelar selama tiga hari, dari 14 sampai 16 Maret 2020. Namun, dengan mewabahnya virus corona, Demokrat menyingkat acara menjadi satu hari saja.

Pelaksanaan kongresnya juga tidak biasa. Digelar tertutup dan jumlah peserta dikurangi. Kongres V Demokrat digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, kemarin. Acaranya benar-benar singkat. Dimulai pukul 10 pagi, kongres sudah selesai sebelum adzan Ashar. Yang hadir pun hanya pemegang suara, ketua organisasi sayap, dan pengurus DPP. Tidak ada penggembira atau simpatisan.

Sebelum masuk ruangan, semua peserta harus dites suhu tubuhnya dahulu. Acara diawali dengan sambutan dari Ketum Demokrat, SBY. Saat itu, acara masih terbuka. Setelah SBY beres, kongres digelar tertutup untuk pemilihan ketum.

Berita Terkait : SBY Bangun Museum Dan Galeri Seni Di Pacitan

Dalam pidatonya, SBY mengatakan, sebenarnya ingin menyelenggarakan kongres secara lebih akbar. Seluruh kader dari penjuru tanah air sudah bersiap datang menyemarakkan dan menyukseskan kongres ini. Namun, situasi nasional, bahkan internasional, tidak memungkinkan untuk itu.

“Semua tahu, saat ini sedang terjadi wabah virus corona di seluruh dunia. Bersamaan dengan itu, perekonomian global juga tengah mengalami goncangan. negara kita, Indonesia, pun tidak kebal dan mulai merasakan dampaknya,” kata SBY.

Karena itu, dengan menjunjung tinggi semangat tenggang rasa dan juga empati, kongres diselenggarakan secara sederhana. Durasi waktu kongres dipersingkat. Protokol keamanan corona yang ketat juga diberlakukan. Panitia harus memproteksi semua peserta kongres, agar terjaga keselamatannya.

“Kita tidak boleh lengah dan lalai dalam melawan ancaman corona ini. Indonesia harus serius, sigap, dan melakukan langkah-langkah nyata. Pemerintah, masyarakat, kita semua, harus bersinergi dan bekerja sama. Saya yakin ini pulalah harapan rakyat kita,” kata SBY.

Berita Terkait : AHY Lebih Menonjol, Ibas Punya Peluang

Kongres Demokrat memutuskan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum baru, menggantikan SBY.

Momen terpilihnya AHY terlihat dari sebuah video yang diunggah politisi Demokrat, Jansen Sitindaon, di akuntwitter @jansen_jsp. Video itu memperlihatkan saat Pimpinan Sidang, EE Mangindaan, membacakan putusan sidang.

“Dan setelah kami melakukan verifikasi administrasi ceketum, dan dikatakan memenuhi persyaratan, maka berdasarkan Pasal 25 ayat 6 dan ayat 7 Peraturan tatib Kongres telah ditetapkan secara aklamasi Bapak Agus Harimurti Yudhoyono sebagai ketum demokrat 2020-2025,” kata Mangindaan, dalam video itu.

Setelah diputuskan menjadi ketua umum baru, AHY menerima bendera Partai Demokrat dan mengibarkannya di atas podium. Setelah itu, putra sulung SBY ini turun dari podium lalu menyalami dan memeluk bapaknya. SBY lalu mengusapnya. Mata AHY terlihat berkaca-kaca.

Berita Terkait : AHY Seng Ada Lawan

Usai acara, AHY menyampaikan pidato pertamanya sebagai Ketum Demokrat. Dia mengucapkan terima kasih kepada pengurus daerah yang memilihnya, sekaligus mengucapkan terima kasih ke SBY karena atas jiwa besar dan keseriusannya mampu menyiapkan kader menjadi calon pemimpin. Ia menegaskan, masih membutuhkan bimbingan SBY.

“Kita masih membutuhkan nasihat dan kewajiban dari Bapak,” ujarnya. AHY mengungkapkan perasaannya ketika dipilih jadi ketua umum. “Hati saya bergetar. tak kuasa meneteskan air mata karena terharu. Terharu melihat semangat yang luar biasa hari ini,” ungkapnya. [BCG]