Support 5.000 Puskesmas sebagai Garda Terdepan Penanganan Covid-19

Irma Suryani Chaniago (Grafis: Iyong/RM)
Klik untuk perbesar
Irma Suryani Chaniago (Grafis: Iyong/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Harus diakui, tidak gampang mengurus negara kepulauan seperti Indonesia dari pandemi Covid-19. Perlakuan dalam pengamanannya pun tidak bisa sama antara satu provinsi dengan provinsi lain, atau satu pulau dengan pulau lain. 

Berbagai masalah yang muncul adalah masker sangat mahal dan menghilang dari pasaran dan hand sanitizer yang juga sudah. Padahal, masker dan hand sanitizer adalah dua alat vital yang dibutuhkan sebagai salah satu alat pengaman diri. 

Berita Terkait : Ambulans Siaga Bantuan Pertamina Bermanfaat dalam Tanggap Darurat Covid-19

Atas hal itu, Ketua bidang Tenaga Kerja DPP Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago, mengajak semua kalangan, termasuk partai politik, untuk bahu-membahu menyelesaikan masalah ini. Menurutnya, parpol seharusnya sigap membantu masyarakat dengan membagikan masker gratis, hand sanitizer gratis dan juga vitamin C gratis.

“Nasdem sudah menunjukkan kepedulian sosial pada masyarakat, Surya Paloh memberikan bantuan hotel bintang 5 miliknya untuk tempat karantina pasien dengan penyediaan kebutuhan makan dan minum di 180 kamar. Selain ini, Ketua Bidang OKK Partai Nasdem Rusdi Masse juga menyiapkan kurang lebih 1.000 alat semprot untuk dibagikan ke para relawan,” ujar Irma dalam keteranganya, Senin (23/3).

Berita Terkait : Etoo Kesal Afrika Jadi Tempat Uji Coba Vaksin Covid-19

Saat ini, tambah mantan anggota Komisi IX DPR ini, belum terlambat untuk segera membasmi dan menghentikan penyebaran virus ini dari bumi Indonesia. Bantuan juga boleh hanya difokuskan di pusat, tapi harus disebar ke daerah, utamanya ke puskesmas-puskesmas.

“Saya meminta Kementrian Kesehatan (Kemenkes) untuk menegaskan pada Pemerintah Daerah, bupati, gubernur, dan wali kota untuk menyiapkan faskes 1 atau puskesmas untuk berada di garis depan. Beri mereka Alat Pengaman Diri (APD) dan alat medis yang dibutuhkan untuk mendeteksi apakah seseorang sudah terkena atau aman dan obat-obatan yang diperkirakan dapat menyembuhkan pasien suspect,” ucapnya. 

Berita Terkait : Di Tengah Wabah Covid-19, Pertamina Siaga Amankan Pasokan Energi Nasional

Sebelum Indonesia terpaksa lockdown, tambahnya, Kemenkes harus segera menjadikan 5.000 puskesmas di seluruh Indonesia sebagai garda terdepan dalam penanganan virus ini. Sebab, puskesmas-puskesmas inilah yang akan permata memeriksa pasien.

“Yang terakhir, beri mereka yang bekerja di garda terdepan insentif dan berikan funishment pada mereka yang lalai dan tidak peduli,” tutupnya. [USU]