Mulai Ambil Langkah Tegas

Jokowi Bosen Main Halus

Jokowi saat menerima dukungan dari ribuan peserta Koalisi Alumni Diponegero di kawasan Kota Lama, Semarang, Minggu (3/2). (Foto: Istimewa).
Klik untuk perbesar
Jokowi saat menerima dukungan dari ribuan peserta Koalisi Alumni Diponegero di kawasan Kota Lama, Semarang, Minggu (3/2). (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dua bulan jelang pencoblosan, Jokowi mengubah strategi kampanyenya. Capres nomor urut 01 ini tak mau hanya menepis serangan. Dia ingin juga melakukan serangan balik dengan keras. Jokowi bosen main halus.

Berita Terkait : Bertemu Presiden Jokowi, Tony Blair Happy Masuk Tim Pemindahan Ibu Kota

Perubahan strategi itu disampaikan Jokowi saat menerima dukungan dari ribuan peserta Koalisi Alumni Diponegero di kawasan Kota Lama, Semarang, kemarin. Dalam sambutannya, Jokowi mengaku bahagia bisa bertemu hadirin. Dia lalu bercerita tentang berbagai serangan yang makin gencar kepadanya.

Berita Terkait : Dalam Seminggu, Stafsus Jokowi Ini Sudah 2 Kali Kebanjiran

Misalnya tuduhan antek asing, anggota PKI dan anti-ulama. Belakangan, ada tuduhan tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos hingga dituduh melakukan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet dan sebagainya.  Menghadapi tuduhan itu, Jokowi mengaku diam dan tak banyak menanggapi. Tapi saat dibiarkan serangan itu makin kencang menghantam.

Berita Terkait : Jokowi Hadiri Kenduri Kebangsaan di Bireuen Aceh

Kini, Jokowi tak mau hanya diam. "Masa suruh halus terus, ya kadang-kadang kita kan bosen. Bolehlah keras-keras sedikit. Yang penting menyampaikan fakta. Yang penting menyampaikan data," tegas Jokowi. Alasan lain melontarkan pernyataan keras, kata Jokowi, agar relawannya tetap semangat di sisa masa kampanye. “Tujuannya memberi semangat pada relawan, dalam dua hari ini yang menyampaikan kepada kita. Memang perlu militansi dalam setiap kita bekerja," ucapnya.
 Selanjutnya