Nasdem Beri Penghargaan Tinggi ke Tenaga Medis yang Gugur

Irma Suryani Chaniago
Klik untuk perbesar
Irma Suryani Chaniago

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPP Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago, memberikan penghargaan tinggi bagi para petugas medis yang meninggal saat menangani pasien Covid-19. Irma menegaskan, para petugas medis itu adalah pahlawan.

Sejauh ini, dikabarkan ada 24 tenaga medis yang gugur saat merawat pasien Covid-19. Mereka terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, sampai perawat. Irma menyebut, kepergian mereka tidak lepas dari kelelaian Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Seharusnya (Kemenkes) bertanggung jawab. Tetapi, faktanya tidak memberikan support yang memadai seperti alat pelindung diri bagi paramedis yang bertugas,” ucap mantan Anggota Komisi IX DPR ini, Senin (6/4).

Berita Terkait : Mulai Hari Ini, Keluar Rumah Wajib Pakai Masker

Irma menegaskan, baju standar APD dan masker N95 bagi para tenaga medis seharusnya tersedia dalam stock yang memadai di setiap rumah sakit. Baik itu rumah sakit swasta maupun rumah sakit pemerintah. Namun, faktanya, APD dan masker N95 malah langka. Kondisi ini membuat tenaga medis yang merawat pasien Covid-19 rentan tertular. “Melihat fakta yang menyedihkan seperti ini, patut kita pertanyakan kenapa orang-orang yang seharusnya bertanggung jawab sesaui tupoksinya terkesan bekerja biasa-biasa saja di tengah pendemi yang luar biasa,” tegas Irma.

Irma merasa amat prihatin dengan kondisi ini. Pihaknya pun tidak akan tinggal diam. “Kami, DPP Partai Nasdem, sedang mempersiapkan APD bagi paramedis. Insya Allah pekan ini bisa kami serahkan,” ucapnya.

Berita Terkait : Bank DKI Sumbang APD dan Beri Bantuan Kemanusiaan Rp 190 Juta ke Tenaga Medis

“Sekali lagi, sebagai bentuk apresiasi kami yang tinggi pada paramedis, kami bersiaga penuh membantu mempersiapkan APD yang dibutuhkan. Agar mereka yang bertarung nyawa di garis depan di rumah sakit tidak harus kehilangan nyawa dan tetap dalam kondisi sehat,” tambahnya.

Irma lalu bicara mengenai regulasi dalam penanganan Covid-19. Dia melihat, Presiden Jokowi telah memberikan langlah-langkah regulasi yang sesuai. Namun, langkah-langkah itu tidak dimanfaatkan untuk mempersiapkan kebutuhan pendukung bagi langkah langkah berikutnya. Dengan kata lain, Presiden maju 3 langkah tetapi para pembantunya baru maju satu langkah. [USU]