Posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta Lepas

PKS Mutung, Koalisi Dengan Partai Gerindra Wassalam Deh

Tifatul Sembiring
Klik untuk perbesar
Tifatul Sembiring

RMco.id  Rakyat Merdeka - Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dengan Partai Gerindra tidak lagi disebut sekutu. 

Jabatan wakil gubernur DKI Jakarta yang jatuh ke tangan Ketua DPP Partai Gerindra, Riza Patria menjadi momentumnya. 

PKS mutung. Koalisi Gerindra-PKS wassalam.Berlalunya kemesraan ini tersirat dari cuitan Ketua DPP PKS Tifatul Sembiring di jejaring Twitter. 

Tifatul, bahkan menulis kalimat ‘kucian aia’. Istilah Minang untuk hewan berangberang, yang sering digunakan sebagai penggambaran orang yang egois, rakus, licik dan mementingkan diri sendiri. 

Memang kalau dari awal udah nggak niat, susah. Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak kan percaya... *KuciangAia#,” cuit @tifsembiring, kemarin. 

Berita Terkait : Pemprov DKI Jakarta Pastikan Bantu 3,7 Juta Warga Miskin

Cuitan ini merespons berita daring berjudul “Pil pahit PKS yang kalah telak di pemilihan Wagub DKI”. Sontak, cuitan ini menjadi perhatian warganet. 

Ada yang mencoba berpendapat dengan logika A sama dengan Z. Artinya, jabatan Wagub DKI tadinya milik politisi Gerindra, Sandiaga Uno yang akhirnya mundur menjadi Cawapres 2019. Logika ini, langsung dimentahkan Tifatul. 

“Datanya keliru itu. Dulu Sandi-Mardani. Lalu Pak JK bawa Anies Baswedan, PKS setuju. Mardani diminta mundur. Awalnya, koalisi Gerindra-PKS. Setelah Sandi maju cawapres, kan janjinya wagub untuk PKS...” cuit @tifsembiring. 

Ketua Fraksi PKS diDPRDDKI,MohammadAri¬fin, secara normatif mengucapkan selamat kepada Riza Patria yang menang pemilihan. 

Mengenai sikap politik partai terhadap Gerindra, Arifin enggan berkomentar.  Ia berdalih akan mengikuti keputusan yang diambil DPP PKS. “Itu kebijakan DPP, kami di DKI akan ikut kebijakan DPP,” ujar Arifin kepada wartawan. 

Berita Terkait : Riza Patria Jadi Wagub DKI, Gerindra Minta All Out Bantu Anies

Sementara, Partai Gerindra langsung tancap gas. Mengintruksikan Wagub Riza Patria untuk fokus membantu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatasi masalah Ibu Kota. Utamanya, virus corona. 

“DPP menyampaikan kepada Bapak Riza Patria segera setelah dilantik bahu membahu bersama Gubernur untuk menyelamatkan Jakarta, serta membangun Jakarta,” kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan, kemarin. 

“Diperlukan wakil untuk membackup di lapangan. Wakil yang juga bisa melakukan mewakili komunikasi ke pusat misalnya, saat Anies melakukan kegiatan lain,” tambahnya. 

Menanggapi ini, pengamat politik dari UIN Jakarta Adi Prayitno menyebut hubungan politik Gerindra dengan PKS sudah berakhir. 

Kedua partai pun sudah tak layak disebut sekutu. Jika bersekutu, tentunya tidak rebutan kursi Wagub DKI. “Koalisi PKS dan Gerindra di Jakarta wassalam. Bubar jalan. Logikanya, kalau masih berkoalisi tak mungkin ada persaingan calon PKS dan Gerindra. Mestinya calonnya hanya dari satu partai. Ini kan ‘perang saudara’ berebut Wagub DKI,” ujar Adi. 

Baca Juga : Di Tengah Pandemi, Investasi di Jatim Tertinggi di Pulau Jawa

Adi mengatakan, di level nasional juga Gerindra dan PKS sudah lama bubar. Hal itu setelah Gerindra masuk pemerintahan. 

Dia mengibaratkan hubungan keduanya sudah “talak tiga”. Di sisi lain, Gerindra justru mesra dengan PDIP. Khususnya di DKI Jakarta. Hasil pemilihan wagub memperlihatkan jelas hubungan tersebut. 

“Bahkan banyak yang menenggarai dua partai inilah yang menjadi playmaker utama kemenangan Riza. PKS dikeroyok semua fraksi DPRD DKI,” pungkasnya. [BSH]