RMco.id  Rakyat Merdeka - Dukungan seorang laki-laki parlente kepada capres 02 di ruang sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bikin heboh. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menilai negatif aksi tersebut. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno mengaku tak pernah memesan aksi tersebut.

Diketahui, lelaki dengan setelan jas itu merupakan pendamping kelompok debat. Bukan diplomat. Dalam aksinya, pria muda itu mengaku mendukung Prabowo Subianto-Salahuddin Sandiaga Uno sebagai calon presiden dan wakil presiden. Alasannya, dia berkeyakinan paslon capres 02 itu akan membuat Indonesia bisa mewujudkan mimpi Indonesia.

Baca Juga : Bamsoet Kirim ASN Belajar Ke Unpad

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding menilai, pria yang belakangan diketahui sebagai pendamping kelompok debat itu hanya mencari sensasi. Dia juga menyebut pria itu tak beretika. “Itu sih tidak lebih nyari sensasi publik yang tidak menarik, justru memalukan Indonesia. Tidak memiliki etika karena dia bukan diplomat, bukan peserta acara PBB, tapi mengatasnamakan seakan-akan di kegiatan resmi PBB,” kata Karding, kemarin.

Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menghormati dukungan lelaki berpenampilan menarik tersebut. Juru debat BPN Prabowo-Sandi, Ahmad Riza Patria menegaskan, dukungan itu merupakan aspirasi pribadi. BPN, kata dia, tidak pernah memesan aksi tersebut.

Baca Juga : Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan, Bank DKI Bentuk Komunitas JakOne Artri

“Biarlah menjadi urusan pribadi. Kami tak bisa mengatur jangan dukung kami di sini, di sini, di sini. Termasuk ada aktivis tiba-tiba mendukung di ruang sidang PBB, itu kan bukan wilayah kami. Itu hak dan tanggung jawab yang bersangkutan. Jadi bukan perintah kami, bukan permintaan kami,” kata Riza Patria, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.
 Selanjutnya