Soal Nasionalis Gadungan

Bos PSI Dinyinyirin “Banteng”

Sekjen PSI Raja Juli Antoni. (Foto: Istimewa).
Klik untuk perbesar
Sekjen PSI Raja Juli Antoni. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari mengatakan, partainya adalah nasionalis religius. Menurutnya, korupsi adalah masalah umum termasuk Partai Demokrat yang pernah mengalami. “Soal korupsi adalah anomali kader,” tegasnya.

Eva pun memamerkan sejumlah kader PDIP yang masih berintegritas dan menyuarakan anti korupsi. Di antaranya, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Banyuwangi Azwar Anas dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Baca Juga : Bandara I Gusti Ngurah Rai Ditutup 24 Jam Selama Nyepi

Eva mengklaim PDIP melalui sistemnya sudah berhasil menelurkan kader-kader terbaik yang dijadikan model tersebut. “Walau ada yang offside. Yang penting upaya PDIP terukur dan ada hasilnya ada,” klaimnya.

Jubir PSI Guntur Romli membantah pernyataan Ketumnya menyasar PDIP. Grace, menurutnya, tak merujuk pada institusi parpol atau politikus tertentu. Menurut dia, nasionalis gadungan adalah kriteria, bukan parpol apa dan siapa politisinya.

Baca Juga : Memahami Kerusakan dan Perkuat Optimisme

Para politisi yang diam, bermain isu intoleransi dan radikalisme serta mencuri duit rakyat alias korupsi layak disebut nasionalis gadungan. “PSI tidak menuding partai mana pun sebagai nasionalis gadungan,” tepisnya, kemarin. [OKT]