RMco.id  Rakyat Merdeka - Meski Pemilu 2024 masih empat tahun lagi, Partai Hanura sudah tancap gas. Bermodalkan kemenangan di tingkat daerah, partai yang dikomandoi Oesman Sapta (OSO) ini bersiap kembali menjadi salah satu partai yang duduk di Senayan.

Semangat itu tergambarkan dari diskusi webinar dengan tema, “Dalam Kondisi New Normal, Seperti Apakah Partai Yang Dilirik Oleh Pemilih?” yang digelar DPP Partai Hanura, kemarin. Diskusi ini menghadirkan dua pembicara: Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya dan Pemimpin Redaksi Rakyat Merdeka Riki Handayani. 

Diawali dengan pemaparan peta politik saat ini oleh Yunarto, Hanura mendapatkan wejangan keras untuk segera bergerak menyambut Pemilu 2024. Pasalnya, Hanura di Pemilu 2019 terpental dari Senayan karena tidak bisa menembus ambang batas parlemen sebesar empat persen. 

Kemudian, secara posisi, Yunarto menganalisa Hanura saat ini berada di dalam keranjang yang sama dengan partai tengah. Di dalamnya antara lain ada Nasdem, PKPI, Perindo, Hanura, Demokrat dan Berkarya. Artinya, perlu gebrakan dari Hanura jika ingin tampil baik di Pemilu 2024. 

Baca Juga : Kasus Covid Masih Tinggi, Warga DKI Diminta Tingkatkan Disiplin 3M

Kendati begitu, bukan berarti Hanura tanpa peluang. Yunarto memberikan tiga resep dasar yang bisa dijadikan strategi. Pertama, setia kepada janji kampanye. Kedua, responsif terhadap opini publik. Ketiga, menggunakan penilaian pakar untuk menentukan kebijakan publik. Pun di tengah kondisi Covid-19, Yunarto menyebut ini momentum yang bisa digunakan untuk merawat basis massa. 

“Jangan berpandangan saat Covid-19 masyarakat semakin cuek politik. Sekarang lebih kritis. Penetrasi media online itu berkembang pesat. Partai yang melewatkan ini, akan hilang,” pesannya. 

Sementara, Riki Handayani melihat Hanura terpental dari Senayan di Pemilu 2019 karena terlalu all out untuk Pilpres 2019. Sementara, di saat yang sama juga digelar Pemilu Legislatif. “Di pemilu terakhir, pilpres dan pileg bareng. Ibarat lomba balap mobil, pemilu kemarin bukan lomba bagus-bagusan mobil (partai) tetapi lomba bagus-bagusan sopir,” katanya. 

Membaca langkah Hanura, Riki menyebut partai ini bisa menembus Senayan. Hanura, katanya, memiliki OSO, tokoh besar yang unik yang bisa mengemudikan Hanura meraih kemenangan. Terlebih, OSO disebutnya tidak memiliki ambisi di Pemilu 2024. Tanpa ambisi, perlombaan menjadi tanpa beban. 

Baca Juga : BNPB Minta Kelompok Rentan Dipisah Di Pengungsian Gempa Sulbar

Selain itu, Riki juga menganalogikan Hanura sebagai tim sepak bola yang telah menjuarai banyak kompetisi di tingkat lokal. Ini menjadi modal menuju Senayan. “Ibaratnya, Hanura ini sedang fokus di Liga Domestik, nantinya bisa menjadi finalis di Liga Champions,” ungkapnya. 

Mendengar analogi itu, para kader Hanura bersemangat. Mengamini partainya memang besar di daerah, dengan raihan jumlah kursi yang tidak sedikit. Misalnya, di Kabupaten Muna, Sultra, meraih lima kursi DPRD. Lalu di DPRD Provinsi Sumsel tiga kursi, dan di Provinsi Kaltara lima kursi. 

Ketua DPD Hanura Bali, I Kadek Arimbawa merespons analogi tim sepak bola itu untuk meningkatkan kaderisasi demi Pemilu 2024. “Banyak kita kuasai liga daerah, analogi ini sangat menyentuh hati saya untuk membesarkan partai,” ucap Kadek, semangat. 

Acara ini berlangsung begitu interaktif. Waktunya pun cukup panjang lebih dari dua jam. Moderator Ronny Sapulette pun terpaksa menutup acara, sementara masih banyak yang mau bertanya dan bersiap membesarkan basis Hanura di Pemilu 2024. 

Baca Juga : Akhirnya, Jaringan Listrik Terdampak Gempa Di Mamuju Normal Lagi

Acara ini diikuti oleh Ketum OSO, Sekjen I Gede Pasek Suardika hingga pengurus DPD dan DPC Hanura. Di bagian penutupan, OSO menyambut baik diskusi ini. Suasana keakraban terjadi. Dia juga sempat mengabsen para pengurus. OSO memastikan, pertemuan webinar ini akan terus dilanjutkan. Bisa dua pekan atau satu bulan ke depan. Kondisional. Pun dengan Gede Pasek Suardika yang merespons baik diskusi ini untuk me-refresh pemahaman politik para kader Hanura. [BSH]