RMco.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengatakan, untuk Pilkada Kota Medan, partainya telah memiliki jago sendiri yang hampir pasti akan menjadi kontestan pemilihan Wali Kota Medan.

Demokrat tak ingin mencalonkan figur yang hanya ingin coba-coba. Kota Medan terlalu besar untuk menjadi ajang coba-coba. Karena itu, Demokrat akan mendukung calon yang berpengalaman.

“Ikhtiar politik ini sedang kami lakukan, Bappilu telah mengundang Ahyar Nasution yang kini tengah mengemban tugas sebagai Plt Wali Kota Medan untuk paparan dan menyampaikan visi dan misinya untuk Kota Medan. Kami menyambut baik dan mengapresiasi Pak Ahyar," ungkap Kamhar dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/6).

Berita Terkait : Meski Ditinggal PKS, Demokrat Tetap Ikut di Pilkada Bengkalis

Kamhar pun menjelaskan kenapa Demokrat tak ingin Kota Medan dipimpin oleh orang yang sedang coba-coba. Menurutnya, Indonesia sudah punya pengalaman, betapa mahalnya harga yang mesti ditanggung dan dibayar jika diberikan kepada bukan ahlinya. Nasib rakyat tak boleh diserahkan pada orang yang sedang coba-coba.

“Pak Ahyar politisi yang memiliki rekam jejak gemilang dan membanggakan di Kota Medan, pernah di legislatif dan kini sedang mengemban mandat rakyat di eksekutif," jelasnya.

Pada Kamis 11 Juni lalu, Ahyar Nasution menghadiri undangan Bappilu DPP PD didampingi Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan dan Plt Ketua DPD PD Sumut.

Berita Terkait : AHY: Partai Demokrat Siap Bersinergi dengan MUI

Bappilu juga telah mempresentasikan tentang Pilkada Kota Medan dan kehadiran Ahyar Nasution pada Rapat Konsultasi bersama Ketum AHY yang didampingi Sekjen Teuku Riefky, Bendum dan jajaran pimpinan lainnya. "Mas Ketum menaruh atensi yang tinggi untuk Pilkada Kota Medan,” katanya.

Mengenai peta koalisi? Kamhar mengatakan, Partai Demokrat tak bisa mengusung sendiri, untuk itu perlu membangun komunikasi dengan PAN dan PKS untuk berkoalisi. 

“Harapan kami bisa tiga partai, namun jika hanya dua pun, tak masalah, tetap dapat berlayar. Kami memahami, tak mudah membangun koalisi apalagi berhadapan dengan menantu Pak Jokowi yang telah memborong hampir semua partai. Tapi kami optimis, pasti dapat berlaga meski hanya koalisi dua partai," tandasnya. [REN]