RMco.id  Rakyat Merdeka - Ajakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk oposisi ditanggapi dingin Partai Amanat Nasional (PAN). Partai yang dikomandoi Zulkifli Hasan ini enggan dikotomi sebagai kelompok oposisi atau koalisi di Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

Hal itu disampaikan Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno kepada Rakyat Merdeka, kemarin. Menurutnya, PAN selalu mengedepankan sikap kritis ketimbang penegasan oposisi atau koalisi.

Berita Terkait : PKS Pengen “Harga” Kursi Kandidat Di Pilkada Lebih Terjangkau

“Saya kira dikotomi antara oposisi dan nonoposisi tidak perlu dijadikan bahan perdebatan Karena, PAN selalu mengedepankan sikap ketimbang pernyataan oposisi atau nonoposisi,” ujar Eddy.

Pendapat Eddy ini merupakan tanggapan atas ajakan PKS yang merasa sendiri menjadi oposisi di rezim Jokowi-Ma’ruf Amin. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera pun mengajak PAN dan Partai Demokrat untuk bergabung menjadi oposisi.

Berita Terkait : Zulhas Kepengen Kader Muda PAN Pegang Jabatan Strategis

Eddy menjelaskan, PAN secara mandiri menyikapi kebijakan pemerintah maupun peristiwa yang terjadi di masyarakat. Intinya, PAN dalam bersikap selalu objektif, konstruktif, kritis dan korektif.

“Hal-hal yang memang baik tentu kami sampaikan itu baik. Kami mendukung. Nah, hal-hal yang masih perlu perbaikan, tentu akan kami berikan masukan-masukan secara objektif lagi memperpanjang dikotomi antara oposisi atau koalisi dalam berpolitik saat ini," tambah Eddy.

Baca Juga : MotoGP : Rossi-Marquez Apes, Quartararo Juara Seri Pembuka

Ia memastikan, PAN selalu bersikap objektif dalam menyikapi kebijakan pemerintah.

Seperti diketahui, Mardani Ali Sera menyatakan, peran oposisi yang hanya diambil oleh PKS membuat timpang. Mardani pun berkelakar PKS merasa berat dan merasa sendirian ketika melakoni peran ini tanpa parpol lain. Terlebih, saat ini lebih banyak parpol justru berperan sebagai pendukung pemerintah. [BSH]