Kiai Maruf Nantang Prabowo Bagikan Lahan Ke Rakyat

KH Maruf Amin (tengah, baju putih) bersama Wakil Ketua MPR yang juga Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (kanan) saat menghadiri Peringatan Hari Lahir NU ke-93 di Lapangan Prawatasari, Sawah Gede, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, 13 Februari 2019. (Foto: IG @khmarufamin)
Klik untuk perbesar
KH Maruf Amin (tengah, baju putih) bersama Wakil Ketua MPR yang juga Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (kanan) saat menghadiri Peringatan Hari Lahir NU ke-93 di Lapangan Prawatasari, Sawah Gede, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, 13 Februari 2019. (Foto: IG @khmarufamin)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ucapan Prabowo yang bersedia mengembalikan ratusan ribu hektar lahan miliknya di Kalimantan dan Aceh langsung direspon KH Ma'ruf Amin. Cawapres 01 itu menantang Prabowo jangan cuma omdo alias omong doang.

"Ya bagus kalau mau dikembalikan. Bagus sekali itu. Supaya nanti dibagikan ke masyarakat kecil lagi," ucap Kiai Ma'ruf di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/2).

Ucapan Prabowo tercetus saat debat capres, Minggu (17/2) malam. Kala itu, Jokowi mengungkap Prabowo punya lahan di Kalimantan Timur seluas 220.000 hektar dan di Aceh seluas 120.000 hektar. Data ini diungkap Jokowi setelah Prabowo mengkritik kebijakan pemerintah, membagikan sertifikat tanah dan bagi-bagi hutan sosial ke masyarakat.

Prabowo membenarkan data yang diungkap Jokowi. "Tapi itu adalah HGU (hak guna usaha). Itu milik negara. Setiap saat negara bisa ambil kembali. Kalau untuk negara, saya rela menggembalikan itu semua," kata Prabowo.

Baca Juga : Polisi Buru Pemilik Mobil Yang Males Bayar Pajak

Kiai Maruf bilang, ucapan Jokowi di atas sama sekali tidak menyinggung personal. Tidak menyerang Prabowo. Jokowi hanya membandingkan era pemerintahannya dengan pemerintahan sebelumnya, yang kerap membagi-bagikan lahan ke kalangan tertentu.

"Pak Jokowi tidak pernah membagi lahan ratusan ribu hektar. Apalagi jutaan. Yang ada itu redistribusi aset, yang beberapa hektar untuk mereka yang kecil-kecil," tutur Kiai Ma'ruf.

Dikritik dan ditantang begitu, anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon, membela jagoannya. Menurutnya, lahan itu sudah sepantasnya dikelola Prabowo, daripada jatuh ke tangan asing. "Kita bersyukur itu jatuh ke tangan Pak Prabowo melalui suatu proses lelang. Pak Prabowo justru menyelamatkan aset bangsa. Coba bayangkan, yang tidak terselamatkan yang kemudian jatuh ke tangan asing," kata Fadli.

Fadli menilai serangan ini ditujukan Jokowi, untuk menyudutkan pribadi Prabowo. "Pak Prabowo kalau mau menyerang-menyerang itu gampang. Tapi Pak Prabowo tidak mau melakukan itu. Karena ini menyangkut masalah kehormatan sebagai capres," katanya.

Baca Juga : MotoGP Qatar Batal, Quartararo Sedih

Terpisah, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, mempertanyakan perjuangan Prabowo yang mendekralasikan Pasal 33 UUD 1945. Pasal 33 ayat 2 berbunyi, "Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara".

Sementara, ayat 3 berbunyi, "Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat".

Terkait hal itu, Karding mempertanyakan komitmen Prabowo mewujudkan pasal tersebut. Sementara Prabowo sendiri menguasai ratusan ribu hektar lahan di Kalimantan dan Aceh.

Pengamat Politik UIN Adi Prayitno, menyambut positif serangan politik yang dilancarkan Kiai Ma'ruf. Hal ini perlu dilakukan agar Kiai Ma'ruf bisa ikut mendongkrak suara Jokowi.

Baca Juga : Perbaikan Jalan Rusak DKI Jangan Cuma Tambal Sulam

"Semua tahu Kiai Maruf, tapi dia di Banten sendiri belum tentu memiliki suara signifikan. Jadi perlu ada serangan," ujar Adi. Menurutnya, menjadi menarik adalah debat ketiga nanti antara Kiai Ma'ruf dengan Sandi. Itu adalah momentum pertaruhan apakah Kiai Ma'ruf bisa meningkatkan elektabilitas Jokowi atau tidak. [BSH]