RMco.id  Rakyat Merdeka - Perebutan kursi ketua umum Partai Persatuan Pembangunan  (PPP) di Muktamar semakin  menarik. Pasalnya, dukungan kepada figur ketua umum juga mulai mengkristal, termasuk dukungan kepada Wakil Ketua Umum PPP Mardiono.

Politisi senior PPP Anwar Sanusi menilai peluang Mardiono menjadi ketum PPP cukup besar. “Potensi dan peluangnya sangat bagus,” klaim Anwar Sanusi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berita Terkait : Kursi Ketua Umum PPP Tidak Perlu Diutak-atik

Anwar menyebutkan sejarah dan track record Mardiono dalam membangun partai sangat besar. Mardiono memulai karier dari bawah. Pernah menjabat sebagai bendahara DPW PPP,  lalu naik menjadi ketua DPW hingga menjabat sebagai wakil  ketua umum PPP.

Yang lebih meyakinkan lagi, sambung Anwar, Mardiono sudah banyak berkorban untuk membesarkan partai. Yang dikorbankan bukan hanya tenaga, pikiran tetapi juga uangnya, sehingga layak dan pas jika harus memimpin PPP lima tahun ke depan.

Baca Juga : Piala AFC U-19 Ditunda, Shin Tae-yong Akan Ubah Program Latihan

“Beliau ini kan banyak dipercaya oleh pengurus daerah. Jadi, kalaupun benar terpilih menjadi ketua umum, tinggal jalan saja karena komunikasi dan  koordinasi sudah nyambung,” katanya.

Permasalahannya sekarang adalah Mardiono harus memilih apakah tetap bertahan menjadi anggota dewan pertimbanhan presiden (Wantimpres) atau  menjadi ketua umum. Tetapi, dengan situasi dan kondisi saat ini, Mardiono lebih dibutuhkan oleh partai dan umat Islam. “Peluangnya cukup besar.  Tinggal mau tidak meninggalkan kursi Wantimpres,” katanya.

Baca Juga : Tokoh Naqsyabandiyah Bergabung ke Muhammadiyah Demi Lawan Komunis

Mengenai calon lain, Anwar juga mengakui Suharso Monoarfa, Achmad Muqowwam ,dan Ahmad Farial mempunyai peluang yang sama. Karena masing-masing figur mempunyai kelebihan dan kelemahan. 

Suharso, lanjut dia, tentu mempunyai kans besar karena sebagai calon incumbent. Ia juga sering menjalin komunikasi dengan pengurus daerah. Tak mau kalah, Muqowwam juga saat ini kerap turun ke  bawah untuk menjalin komunikasi dengan daerah. Begitu pun dengan Ahmad Farial. [REN]