RMco.id  Rakyat Merdeka - Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Berkarya yang seharusnya diselenggarakan di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, terpaksa dibatalkan karena arenanya diacak-acak oleh para pendukung Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto

Kendati begitu, Steering Committee (SC) Munaslub tak tinggal diam. Panitia putar otak agar tetap menyelenggarakan Munaslub di tengah tekanan dan intimidasi karena di hotel masih diduduki oleh para pendukung Tommy. Akhirnya, panitia Munaslub memilih menggelar Munaslub di Markas Besar (Mabes) Presidium Penyelamat Partai Berkarya di jalan Brawijaya No 1 Jakarta Selatan. 

Baca Juga : Gibran Didapuk Jadi Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna

Di arena Munaslub, terlihat para pengurus daerah tetap mengikuti acara Munaslub. Presidium sidang dipimpin Badaruddin Andi Picungan sebagai Ketua SC Munaslub. Badaruddin mengakui ada beberapa kelompok yang mengintimidasi dengan mengacak-acar tempat Munaslub. “Akhirnya, kami yang waras memindahkan tempat acara,” katanya. 

Meski begitu, peserta Munaslub tetap diikuti oleh 30 pengurus DPW dan pimpinan 220 DPD. Ini sesuai dengan aturan dasar dan tata tertib Partai Berkarya. “Kami memenuhi kuorum. Kami legal,” ucapnya. 

Baca Juga : Pilkada 2020, Dua Daerah Jawa Timur Lawan Kotak Kosong

Dalam putusannya, Munaslub Partai Berkarya mengubah nama dari Partai Berkarya menjadi Partai Beringin Karya dengan gambar pohon beringin dan berwarna putih. “AD ART diubah. Dari Partai Berkarya menjadi Partai Beringin Karya. Dasar bendera putih yang tadinya kuning,” katanya. 

Sedangkan sosok yang terpilih secara aklamasi adalah Muchdi Pr untuk memimpin partai lima tahun ke depan. “Telah terpilih Pak Muchdi Pr sebagai Ketum 2020 dan 2025. Dipaketkan dengan sekjen. Dan teman-teman mempercayai saya sebagai sekjen,” katanya. [REN]