RMco.id  Rakyat Merdeka - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memastikan PDIP sebagai pendukung utama pemerintah tidak mau ikut campur dalam urusan reshuffle kabinet. PDIP menyerahkan sepenuhnya hal itu ke Presiden Jokowi. Namun, Hasto juga berani pasang badan bagi lima kader banteng yang jadi menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Isu reshuffle memang menguat pasca video marah-marah Presiden Jokowi viral (18/6) lalu. Sejumlah kinerja menteri jadi sorotan. Beberapa kalangan memberi penilaian mana saja menteri yang layak ‘ditendang’ Jokowi. Di dalam kabinet saat ini, PDIP mendapatkan porsi paling banyak.

Berita Terkait : Hasto Kecewa, PDIP Cuma Jadi Penonton

Ada 5 pos Kementerian yang diisi kader Banteng. Mereka adalah Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPa) I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Hasto mengatakan, di tengah pandemi saat ini, para menteri harus bekerja lebih sigap lagi. Selain itu, pembantu presiden harus punya jiwa kepemimpinan yang baik, dan tentunya berani mengambil risiko.

Berita Terkait : Hasto: Saya Sudah Menduga...

“Sehingga, tanpa diperintah Presiden langsung bergerak untuk menjadikan kementerian yang dipimpinnya itu terdepan. Baik itu dari aspek politik, dari aspek perekonomian, maupun dalam gerak bersama rakyat untuk menghadapi berbagai persoalanper soalan yang tidak mudah ini,” kata Hasto dalam keterangan persnya, kemarin.
 Selanjutnya