RMco.id  Rakyat Merdeka - Setelah lama ditunda, akhirnya PDIP mengajukan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon Wali Kota Solo. Terpilihnya putra sulung Presiden Jokowi ini memunculkan banyak spekulasi. Bahkan ada yang mengaitkan dengan reshuffle kabinet. Dengan mencalonkan Gibran, PDIP digosipkan akan mendapat tambahan jatah menteri. Hmmm, fakta atau hoaks ya....

PDIP resmi mengusung Gibran dan Teguh Prakosa sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo dalam Pilkada 2020. Penunjukan Gibran menjadai Calon Wali Kota Solo dibacakan Ketua DPP Bidang Politik Puan Maharani. Acara pengumuman digelar di Kantor DPP PDIP dan disiarkan langsung secara virtual. Hadir dalam kesempatan itu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, Sekjen Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo dan Puan Maharani. 

Total ada 45 calon kepala daerah yang diumumkan. Pengumuman calon disampaikan oleh Puan dilanjutkan dengan wejangan oleh Megawati Soekarnoputri. “Untuk Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka dengan Teguh Prakosa," kata Puan. 

Setelah nama Gibran-Teguh diumumkan, Mega lalu memberi wejangan kepada 45 pasangan calon yang mendapat rekomendasi. Dalam pidatonya, Mega minta para calon yang diusung, termasuk Gibran menjadi pemimpin yang mumpuni. 

Berita Terkait : Blusukan, Gibran Pamerkan Jago Memasak Pada Warga

Selain itu, Mega berharap mereka mampu menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik, mengerti seni memimpin birokrasi, dan mengerti aspek perencanaan kebijakan. "Dan jangan lupa selalu berada bersama rakyat," imbuhnya. 

Kenapa mengusung Gibran-Teguh? Hasto mengatakan, pemilihan Gibran-Teguh sudah dipertimbangkan masak-masak. Keduanya merupakan pasangan yang cocok dan dinilai dapat bekerja untuk rakyat dengan baik. 

"Pendamping Mas Gibran namanya Teguh Prakoso, itu kan kokoh, Prakoso itu kuat. Keduanya saling memperkuat untuk kepentingan rakyat," kata Hasto. 

Ia mengatakan, Gibran-Teguh juga akan mengikuti sekolah partai, sama seperti pasangan calon kepala daerah lainnya. "Nanti juga keduanya harus ikut sekolah calon kepala daerah," ujar Hasto. 

Berita Terkait : Orang Demokrat Tak Kepikiran Minta Maaf

Hasto mengatakan, PDIP menargetkan kemenangan 60 persen dalam Pilkada 2020. Ada 270 daerah yang menggelar pilkada pada 9 Desember mendatang.

Gibran terlihat senang. Ia salah satu calon kepala daerah yang menyampaikan pernyataan dalam rapat tersebut. Pengusaha katering ini mengaku bersyukur dan menghaturkan terima kasih sudah dipilih. Rekomendasi ini adalah suatu kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk bisa memenangkan kontestasi pilkada Kota Surakarta 2020. 

Warganet ikut mengomentari penunjukan Gibran. Misalnya akun @Ruwet368 yang mengaitkan dengan reshuffle. “Jokowi Ancam Reshuffle Menteri. Para Ketua Umum Partai Pucat Pasi. Jadilah Gibran Calon Tunggal Wali Kota Solo Menuju Gubernur DKI Dan Presiden Selanjutnya,” ujarnya. Sementara @fathurdoaibu mengaitkan dengan kursi menteri. “Kursi menteri PDIP Bisa nambah kih," katanya.

Dikonfirmasi mengenai penunjukan Gibran dikaitkan dengan kursi menteri? Wasekjen PDIP Arif Wibowo membantahnya. Menurutnya, tidak ada barter jabatan lantaran PDIP mengikhlaskan kursi Cawalkot Solo ke putra Jokowi, Gibran Rakabuming. "Kok timbal balik- timbal balik. Ikuti saja penjelasan Sekjen," tegasnya, kemarin.

Berita Terkait : Gibran Ngos-ngosan

Dia menegaskan, PDIP tidak menyodorkan calon menteri sebagai alat tukar Gibran yang maju Cawalkot Solo lewat tiket PDIP. "Nggak ada. Nggak ada. Jadi apa yang disampaikan Sekjen itu penjelasan resmi," jelasnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin mengatakan, tak ada makan siang yang gratis. No free lunch. Begitu juga dalam politik. “Politik itu kata Harold Lasswel, soal siapa mendapat apa, kapan, dan bagaimana," ujarnya, kemarin.

Akan tetapi, Ujang memprediksi bukan posisi menteri yang akan diperoleh PDIP. Sebab kursi menteri bagi PDIP sudah terlalu gemuk. "Mungkin barternya jabatan lain. Bisa saja PDIP ingin memasukkan orang-orangnya di BUMN dan lain-lain. [BCG/UMM]