RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketum Partai Gelora Indonesia, Anis Matta angkat bicara soal ambang batas parlemen alias Parliamentary Threshold (PT) yang kini sedang di bahas DPR. Demi menjaga suara rakyat, Gelora menegaskan mendukung PT tetap diangka empat persen.

“Ini kalau PT kita mendukung yang paling kecil, 4 persen saja lah. Alasannya untuk memaksimalkan tingkat partisipasi dan supaya tidak ada suara rakyat yang hilang kalau banyak partai yang tidak lolos threshold," ujar Anis di acara Gelora Digifest 2020, Minggu (19/7).

Berita Terkait : Gelora Mulai Panaskan Mesin Partai Jelang Pilkada 2020

Mantan elite PKS itu menganalogikan Pemilu 2024 nanti diikuti oleh 15 parpol, namun hanya lima partai yang bisa masuk ke parlemen. Nah, suara parpol yang tidak lolos PT akan terbuang sia-sia.

"Itu kan 10 partai sisanya punya suara. Kalau digabung itu jumlahnya sangat besar, tapi harus dikasih ke partai-partai yang lolos. Berarti ada suara yang sebenarnya jadi sia-sia," jelasnya.

Berita Terkait : Pilkada Serentak 2020, PSI Dukung 143 Pasangan Calon Kepala Daerah

Alhasil, Partai Gelora mendukung ambang batas tetap di angka empat persen. Baginya, menilik peta sosiologis di Indonesia, angka empat persen adalah yang paling rasional untuk meningkatkan partisipasi politik di Tanah Air.

Sementara itu, Anis mengatakan partainya belum bersikap ihwal kontestasi Pilkada Serentak 2020. Sebagai parpol baru, Partai Gelora tidak mempunyai kekuatan legal untuk mengusung Pilkada tahun ini.

Berita Terkait : Bos Gelora Dorong Revolusi Pendidikan

"Kami akan umumkan setelah kami mendapatkan masukan dari seluruh daerah tentang pilihan-pilihan mereka, tapi secara legal kami hanya bisa mendukung calon yang ada. Insya Allah kami akan terlibat," katanya. [BSH]