RMco.id  Rakyat Merdeka - Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di sejumlah survei terus melejit. Ganjar bahkan sanggup mengungguli Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan gubernur lainnya.

Direktur Eksekutif Pusat Politik dan Sosial Indonesia (Puspolindo) Dian Cahyani mengatakan, naiknya elektabilitas Ganjar karena mesin dari PDIP mulai panas. “Kalau saya melihat naiknya elektabilitas Ganjar di berbagai survei itu karena faktor mesin partai yang mulai panas,” ungkap Dian, kepada wartawan, kemarin. 

Berita Terkait : Prabowo Disaranin Tuntaskan Isu Kasus HAM Tahun 1998

Seluruh kader dan pengurus PDIP di berbagai daerah sudah ancang-ancang mencari pengganti Jokowi di Pilpres 2024. Nah, figur yang menjadi alternatif dari internal adalah Ganjar Pranowo dan Tri Rismaharini alias Risma. Selain mereka berdua, belum terlihat nama lain. “Makanya, kalau kader PDI Perjuangan ditanya mengenai figur capres masa depan pilihannya Ganjar dan Risma,” kata dia. 

Hasil survei ini juga memperlihatkan jika kader PDIP kompak dalam mengusung figur di pilpres mendatang. Kader juga langsung mensosialisasikan kepada masyarakat, sehingga langsung diserap oleh warga. 

Baca Juga : Hanya Orang Gila Yang Tak Percaya Corona Ada

Sayangnya, tambah Dian, naiknya elektabilitas Ganjar Pranowo bukan karena faktor kinerja ketika menangani masalah pandemi virus corona dan lainnya. Selama ini, Dian mengakui tidak ada yang istimewa dengan kinerja Ganjar. “Apa yang istimewa dari kinerja Ganjar? Relatif tidak ada yang ‘wah’. Biasa-biasa saja.” 

Bahkan, kalau barometernya kinerja, masih ada kepala daerah yang kinerjanya sedikit di atas dari Ganjar, misalnya Anies Baswedan lalu Ridwan Kamil. “Tapi, kenapa yang melejit Ganjar, karena Ridwan Kamil dan Anies tidak punya partai,” jelasnya. 

Baca Juga : RUU Cipta Kerja Semoga Tidak Ciptakan Petaka

Hasil survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia, diketahui elektabilitas Prabowo mengalami penurunan dibandingkan pada survei Februari dan Mei 2020. Elektabilitas Prabowo kini di angka 13,5 persen, disalip Ganjar Pranowo yang sebesar 16,2 persen. 

Indikator mencatat elektabilitas, Ganjar pada Juli 2020 mencapai 16,2 persen, meningkat dari 11,8 persen di Mei 2020. Sementara, elektabilitas Anies pada 15,0 persen, meningkat dari 10,4 persen di Mei lalu. Adapun Prabowo, memiliki elektabilitas 13,5 persen, turun dari 14,1 persen pada bulan Mei. [REN]