RMco.id  Rakyat Merdeka - Penganugarahan Tanda Jasa Medali Kepeloporan dari Presiden Jokowi kepada Presiden ke-15 RI Megawati Soekarnoputri sangat tepat, objektif, dan terukur. Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait

"Ini juga sesuai dengan ajaran Jas Merah Bung Karno. Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, terutama pada para pendahulu kita yang sudah menjadi negarawan dan ini menjadi spirit untuk anak-anak muda dalam menorehkan prestasi di masa depan," ungkap Maruarar, Jumat (14/8).

Berita Terkait : Mega Ngaku Masih Dipanas-panasin Nyapres

TMP yang dipimpin Maruarar merupakan sayap pemuda PDI Perjuangan yang telah banyak mengkader anak muda yang kemudian menjadi pemimpin daerah dan anggota legislatif di berbagai tingkatan. Maruarar memimpin TMP dengan tagline menjadi pemuda pelopor dan bukan pemuda pelapor. Dia menegaskan, Megawati sudah banyak melakukan dan menjalankan langkah-langkah kepeloporan. Dalam bidang politik misalnya, Megawati menorehkan sejarah sebagai Presiden RI yang sangat demokratis dengan menggelar pemilihan presiden secara langsung oleh rakyat untuk pertama kalinya.

"Dalam bidang hukum, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibentuk zaman Ibu Mega Presiden sebagai komitmen penuh pada pemberantasan korupsi. Begitu juga di zaman Ibu Mega Presiden ditandatangai pembentukan Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial," terang Ara, sapaan akrab Maruarar.

Berita Terkait : Puan Makin Berani Nasehati Jokowi

Selain itu, jelas Ara, di tangan Megawai, banyak lahir lembaga, badan, dan komisi yang sangat dibutuhkan negeri ini. Misalnya Badan Narkotika Nasional, Lembaga Penjamin Simpanan, Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), Komnas HAM, serta Komnas Perempuan dan Perlindungan Anak. "Lahir juga Sekolah Polwan, Polisi Pariwisata, dan Sekolah BIN dan Densus 88," jelas aggota DPR Periode 2004-2019.

Secara keilmuan, lanjut Ara, Mega juga sangat mumpuni. Mega sudah meraih gelar doktor honoris causa dari dalam dan luar negeri. "Misalnya dari Universitas Soka di Jepang dalam bidang kemanusiaan. Juga dari Waseda University Jepang, Moscow State Institute of International Relations Rusia, Korea Maritime and Ocean University, Mokpo National University Korea Selatan, dan Fujian Normal University China," tambah Ara. [USU]