RMco.id  Rakyat Merdeka - Dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020, PDI Perjuangan (PDIP) paling banyak berkoalisi dengan Partai Golkar. Hal ini diungkap Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto dalam konferensi pers usai pengumuman pasangan calon kepala daerah PDIP gelombang IV, di Jakarta, Jumat (28/8).

"Dari keseluruhan pasangan calon dan wakil calon kepala daerah, kerja sama tertinggi dilakukan dengan Partai Golkar sebanyak 46 daerah, PKB 37 daerah, PAN pimpinan Pak Zulhas dan sahabat saya Pak Eddy (Eddy Soeparno Sekjen PAN -red) itu 34 daerah, Gerindra 33 daerah, Partai Demokrat 32 daerah, PPP 19 daerah, dan PKS 13 daerah," katanya.

Baca Juga : Naturalisasi 4 Atlet Disetujui DPR, Menpora Harap Timnas Makin Kuat

Bagi PDIP, lanjut Hasto, gambaran kerja sama dengan sejumlah partai politik itu sesuai dengan sejarah bangsa Indonesia dibentuk. Yakni mulai dari era Muhammadiyah dan NU dibentuk, lalu kelahiran Partai Nasionalis Indonesia (PNI) yang adalah embrio PDIP, era Orde Baru, hingga saat ini.

"Sehingga pemahaman sejarah bagi PDI Perjuangan juga tidak pernah berubah. Meski demikian, sesuai fungsi utama partai, maka partai selalu mengedepankan proses kaderisasi yang berlangsung secara sistemik," ujarnya.

Baca Juga : Mandiri Syariah Restrukturisasi 29 Ribu Nasabah Senilai Rp 7,1 T

Dalam kesempatan itu, Hasto menyebutkan ada sebanyak 200-an lebih kader partainya yang maju di Pilkada Serentak 2020, baik sebagai calon gubernur, wakil gubernur, hingga wali kota dan bupati.

"Di tingkat kabuputen/kota, calon bupati atau wali kota yang berasal dari kader sendiri sebanyak 131 orang, calon wabup dan wawalkot 97. Di tingkat provinsi dari yang sudah diumumkan, calon gubernur ada dua yang dari kader, dan calon wakil gubernur ada 3 orang. Ini juga menunjukkan proses kadersisasi berjalan dengan sistemik," kata Hasto. [BSH]