RMco.id  Rakyat Merdeka - Tren dinasti kerabat dalam politik ternyata sudah menjalar ke Partai Gerindra. Terbukti, keponakan Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, ditunjuk menjadi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra periode 2020-2025.

Apalagi, Saraswati yang saat ini berumur 34 tahun dinilai masih sangat muda untuk menduduki jabatan penting di Partai Gerindra.

Melihat hal itu, Direktur Eksekutif Kedai Kopi Hendri Satrio mengatakan, Prabowo hanya mengikuti tren yang melanda partai politik. “Prabowo cuma mengikuti tren dinasti politik. Mayoritas parpol kan begitu.

Berita Terkait : Dasco Diduga Pamer Kekuatan Di Gerindra

Megawati nurunin ke anaknya. SBY juga nuruni ke anaknya. Prabowo cuma punya anak satu dan tidak tertarik ke politik. Makanya diturunin ke keponakannya.

Jadi, Prabowo ngikutin tren saja, kalau tidak ngikuti tren kan ketinggalan,” ujar Hendri kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Sikap politik Prabowo yang mendapuk keponakannya menjadi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra semakin memperlihatkan karakter dan pribadi Prabowo. Rakyat akhirnya tahu Prabowo tidak berbeda dengan politisi yang lain.

Baca Juga : TNI-Polri Jangan Galak-galak

“Prabowo sama saja dengan yang lain. Tidak memperlihatkan pendidikan politik yang bagus bagi rakyat,” katanya.

Kalaupun dibandingkan dengan sosok Amien Rais, sangat jauh. Hendri pun mengingatkan para elite untuk belajar dengan Amien. Mendirikan PAN, menjadi ketua umum satu periode.

Berikutnya diberikan ke orang lain. “Anaknya nggak ikut-ikutan. Sekarang malah disingkirkan dan didepak,” tuturnya.

Baca Juga : Gawat, Tidak Ada Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Pertanyaannya, apakah boleh Saraswati jadi Wakil Ketua Umum? Menurut Hendri, tidak ada yang melarang dan undangundang memperbolehkan. “Boleh nggak? Ya boleh,” cetusnya.
 Selanjutnya