RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta meminta para calon anggota legislatif (caleg) DPR Partai Hanura se-Indonesia bekerja keras dan fokus dalam upaya pemenangan Pileg dan Pilpres 2019. Dia menekankan, para kader dan caleg Partai Hanura harus bekerja secara terarah dan terukur dalam memenangkan kontestasi politik di Pemilu 2019.

“Pertarungan di Pemilu adalah perang. Tapi bukan perang senjata. Ini adalah tempat perang ide, perang gagasan, perang untuk membela kepentingan rakyat. Saya tidak mau dan tidak akan membiarkan partai ini kalah,” tegas Oesman Sapta disambut tepuk tangan ratusan kader dan caleg Partai Hanura DPR se-Indonesia, di Hotel Sultan, Jakarta, kemarin.

Meski menganggap kontestasi Pemilu 2019 sebagai perang, pria yang akrab disapa OSO itu meminta para kader dan caleg Partai Hanura tak menghalalkan segala cara untuk menggapai kemenangan. Apalagi memecah belah bangsa. Kader Partai Hanura harus mengedepankan hati hurani dan silaturahmi dalam memenangkan Pileg dan Pilpres 2019.

Baca Juga : Jangan Ada Suara Tersumbat

“Temui dan rangkul seluruh elemen masyarakat. Caleg dan kader Partai Hanura tidak boleh malu untuk menemui, menyapa siapa pun. Bahkan, lawan (politik) pun harus kita didekati. Minimal, silaturahmi yang kita lakukan, akan mengurangi serangan mereka kepada kita,” jelas OSO.

Menurut dia, banyaknya pihak yang berusaha mengancurkan Hanura dari luar maupun dari dalam telah terbukti gagal. Usaha tersebut justru semakin memperkuat soliditas partai. Hal tersebut merupakan modal besar dan pengalaman berharga bagi para kader dan caleg Partai Hanura untuk memenangkan Pileg dan Pilpres April mendatang.

“Soliditas dan semangat perjuangan kita telah teruji. Tapi, kita tidak boleh lengah. Kita harus memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk memenangkan perterungan ini. Memenangkan Partai Hanura dan Presiden Jokowi untuk kembali memimpin negara ini 5 tahun ke depan,” ujar OSO disambut tepuk tangan dan terikanan “Jokowi Presiden”.

Baca Juga : Ngeri Melayat

Dalam pidatonya, OSO juga meminta jajaran pengurus di setiap tingkat bekerja sama dan berkoordinasi dengan para caleg. Terlebih, berdasarkan hasil survei terakhir, Partai Hanura dinyatakan lolos parliamentary threshold (PT) atau ambang batas perolehan suara untuk caleg DPR periode 2019-2024.

“Ada dua lembaga survei yang menyatakan Hanura di atas PT. Tapi, saya belum cukup puas dengan hasil itu. Para caleg dan kader Partai Hanura harus terus turun, menyapa masyarakat secara langsung. Tidak boleh merasa yakin (terpilih) setelah memasang sepanduk atau berkampanye di media sosial,” pinta Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu.

Berdasarkan survei tersebut, sambung dia, perolehan suara Partai Hanura berkorelasi positif dengan perolehan suara pasangan capres-cawapres Nomor 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Namun, ia enggan membuka data tentang persentase perolehan suara hasil survei tersebut.

Baca Juga : Bamsoet Ajak Elemen Bangsa Gali Sejarah Dan Jejak Peradaban Mataram Yogyakarta

“Enak saja mau tahu (hasil) persennya. Yang jelas, banyak hasil survei mengatakan suara Hanura rendah. Nyatanya, itu enggak benar. Tapi, kita enggak boleh puas. Para kader dan caleg Partai Hanura harus terus door to door untuk memenangkan Hanura dan Jokowi-Maruf Amin,” tandasnya. [ONI]