RMco.id  Rakyat Merdeka - 30 September sudah lewat, tapi isu PKI masih jadi obrolan panas. Meski berkali-kali isu ini diarahkan ke partainya, para politisi PDIP tetap menanggapinya dengan kalem dan penuh kesabaran.

Wasekjen Gerindra, Ahmad Dhani, menjadi yang kembali meramaikan isu PKI ini. Pentolan Dewa 19 itu mengaitkan persoalan PKI dengan PDIP. 

Kemarin, dalam rangka menyambut HUT ke-75 TNI, Dhani bikin keterangan pers yang dikirim ke media. Salah satu poinnya, Dhani berpesan pada TNI agar fokus terhadap bahaya laten komunis. Kata dia, larangan bahaya laten komunis ini sudah diatur jelas dalam TAP MPRS Nomor XXV Tahun 1966

Baca Juga : PKS Adem Ayem

"HTI-FPI-DI/TII tidak ada di dalam Tap MPR," sebut Dhani. HTI adalah Hizbut Tahrir Indonesia, FPI adalah Front Pembela Islam, DI/TII adalah Darul Islam/Tentara Islam Indonesia. 

Jika ada yang ingin teriak bahaya laten HTI atau DI/TII, sambung Dhani, para politisi di Senayan mesti membuat TAP MPR yang baru dulu. "Jangan asal nguap," ucapnya. 

Dia juga memastikan, FPI, HTI dan DI/TII tidak akan bisa berbuat apa-apa di negeri ini. Sebab, mereka tidak masuk dalam tiga partai besar pengambil kebijakan di negeri ini, yaitu PDIP, Gerindra, dan Golkar. Tiga partai itu aman dari unsur-unsur FPI, HTI, dan DI/TII 

Baca Juga : Pake Masker Unik, Maradona Tetap Kepatil Corona

"Wong 3 partai ini yang menjadi penentu arah kebijakan negara. Apalagi kok takut sama PKS? Tidak rasional," tutur suami Mulan Jameela ini. 

Setelah itu, Dhani baru melontarkan pernyataan soal PKI dan PDIP. "Masyarakat tahunya PKI dulu melebur ke PDIP, dan rakyat tahu PDIP memimpin koalisi Jokowi-Ma'ruf," ucap Dhani. 

Dia juga mengungkit-ungkit pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) usulan PDIP, yang sempat heboh, awal 2020 lalu. Kata dia, rakyat tahunya soal Pancasila yang hendak diganti Trisila bahkan Ekasila lewat RUU HIP. Atas hal itu, dia meminta TNI kembali fokus mengimplementasikan TAP MPRS No 25 tahun 1966. "Ingat, komplotan yang mau mengganti Pancasila dengan Trisila-Ekasila sudah di depan mata. Waspadalah, waspadalah!" imbaunya. 

Baca Juga : Andika Panglima TNI Atau Mentok Jadi KSAD Saja

Ketika dikonfirmasi mengenai keterangan pers tersebut, Dhani mengaku tak bermaksud menyerang PDIP. Dia mengklaim, yang dilontarkannya adalah pikiran masyarakat. Masyarakat punya hak untuk punya pikiran atau dugaan seperti itu. 

"Saya hanya menyampaikan apa yang ada di benak masyarakat untuk menjadi koreksi bersama," ucap Dhani. "Jadi saya minta maaf jika ada anggota PDIP yang marah," imbuh dia. 

Menanggapi kalimat "masyarakat tahunya PKI melebur ke PDIP" yang diucapkan Dhani, politisi banteng tampaknya santai-santai saja. Sampai kemarin, tidak ada petinggi partai banteng yang langsung "nanduk" Dhani. Yang baru berkomentar hanya kader-kader muda PDIP, seperti Arteria Dahlan dan Budiman Sudjatmiko
 Selanjutnya