RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Fathan Subchi menyoroti prediksi resesi yang akan dihadapi Indonesia di masa pandemi Covid-19. Menurutnya, resesi ini jangan terlalu digembar-gembor, sehingga menjadi momok yang mengganggu proses pemulihan ekonomi. 

Resesi adalah bentuk kewajaran baru yang tidak perlu dijadikan momok,” ujar Fathan, di acara Webinar Fraksi PKB DPR bertajuk Menakar Efektivitas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebagai Senjata Atasi Resesi. 

Wakil Ketua Komisi XI DPR itu juga mengatakan, dia sepakat dengan analisa ekonom yang menyatakan, jika terus menjadikan momok, sebuah resesi dapat membuat kepanikan di dunia usaha. Akibatnya, terjadi penurunan tingkat konsumsi masyarakat dan menghambat pertumbuhan ekonomi. 

Berita Terkait : Semoga Pemulihan Ekonomi Dapat Berjalan Lebih Cepat

Fathan optimis, meskipun resesi terjadi, proses recovery ekonomi akan cepat. Bahkan dia optimis, akan lebih cepat dibandingkan negara lain. 

Optimisme ini didasari kinerja pemerintah yang menurutnya cukup baik. Mulai dari pola penanganan Covid19 yang menyeimbangkan pendekatan kesehatan dan ekonomi. Kemudian, basis agroindustri Indonesia yang dianggapnya cukup kuat. Terakhir, kabar gembira dari dunia medis yang menyatakan, uji klinis vaksin tahap ketiga sudah mendekati hasil akhir. Artinya, segera diproduksi dan didistribusikan. 

“Kami yakin recovery Indonesia pasca resesi akan berlangsung cepat. Karena sejumlah pondasi ekonomi kita untuk rebound cukup kuat,” ujar Fathan. 

Berita Terkait : SBY Ngingetin Bukan Nakutin

Sekretaris Fraksi PKB ini juga percaya dengan menyebut recovery ekonomi ini akan berbanding lurus dengan keseriusan pemerintah dalam mengambil langkah-langkah penanggulangan Covid-19 di sektor kesehatan. Juga, dengan tingkat kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan. 

“Saat ini, pengusaha bukannya nggak punya duit untuk investasi. Masyarakat juga masih banyak yang punya tabungan,” nilainya. 

Selanjutnya, kata Fathan, pengusaha masih menahan diri untuk tidak berinvestasi dan belanja, karena takut dengan situasi Covid-19. “Jika pemerintah mampu mengembalikan trust publik terkait pengendalian Covid-19, saya yakin, recovery ekonomi akan cepat terjadi,” pungkasnya. [BSH]