RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah mengatakan, pengesahan Undang-undang (UU) Cipta Kerja beberapa waktu lalu membuat citra DPR dan partai politik semakin terpuruk.

Dia menilai, DPR dan parpol tengah mengalami krisis besar, yaitu krisis kepercayaan yang sangat luar biasa.

Berita Terkait : Kawal Tujuan UU Ciptaker, Korni Siap Tagih Janji Pemerintah

“Kita tidak tahu, anggota DPR ini bekerja untuk rakyat atau kepentingan lain. Ini krisis besar partai politik. Krisis besar dalam lembaga perwakilan,” kata Fahri Hamzah dalam keterangan tertulis, kemarin.

Menurutnya, kasus Omnibus Law yang sekarang ramai dibicarakan adalah puncak dari sistem perwakilan. Apakah lembaga perwakilan tersebut wujud kedaulatan rakyat, atau sebaliknya, perwakilan kepentingan parpol atau kepentingan lain?

Berita Terkait : Soal UU Ciptaker, Buruh Siap Bertarung Di MK

“Di buku saya, buku putih yang membahas dilema ‘Daulat Partai Politik dan versus Daulat Rakyat, sudah saya tulis secara terang. Karena saya mengalami sendiri soal krisis parpol dan lembaga perwakilan itu,” ungkap Fahri.

Karena itu, dia mengaku tidak mau terjebak dalam menyikapi pro konta soal UU Cipta Kerja. Sebab, baik yang menolak maupun mendukung UU tersebut, semuanya dikendalikan oleh ketua umum parpol yang melakukan deal-deal politik dan mengambil untung dari peristiwa ini.

Berita Terkait : Bamsoet: Segera Terbitkan PP Untuk Akhiri Polemik UU Ciptaker

“Saya tidak mau terjebak kemarahan. Baik yang mengklaim bersama rakyat maupun tidak bersama rakyat. Itu semua orang-orangnya dikendalikan partai politik. Tidak dikendalikan oleh aspirasi rakyat,” kata Fahri.
 Selanjutnya